Berita

Presiden Brasil Michel Temer/BBC

Dunia

Presiden Brasil Bantah Tuduhan Pembungkaman Saksi

KAMIS, 18 MEI 2017 | 13:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Brasil Michel Temer membantah laporan media setempat yang menyebut bahwa dirinya menyetujui pembayaran untuk membungkam saksi yang mungkin akan dihadirkan dalam penyelidikan korupsi.

Temer sendiri disebut-sebut terlibat dalan skandal korupsi dengan cara memberi otoritasi pembayaran gelap kepada mantan juru bicara majelis rendah parlemen Brasil, Eduardo Cunha yang kini telah mendekam di balik jeruji besi.

Cunha dijatuhi hukuman pada 15 Maret lalu. Ia akan dipenjara selama 15 tahun karena korupsi, pencucian uang dan penggelapan pajak.


Surat kabar lokal O Globo pekan ini membuat artikel yang menyebut bahwa Temer menyetujui pembayaran untuk membungkam saksi yang mungkin akan dihadirkan dalam penyelidikan korupsi.

O Globo mengatakan telah memperoleh rekaman diskusi antara Temer dan seorang pejabat dari perusahaan pengolah daging raksasa JBS.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa rekaman tersebut dipresentasikan dalam negosiasi tawar-menawar tawar-menawar antara jaksa dan dua eksekutif JBS

Kantor Temer mengeluarkan pernyataan yang menyebut tuduhan tersebut palsu dan meminta mereka untuk diselidiki secara menyeluruh.

"Presiden Michel Temer tidak pernah meminta pembayaran untuk mendapatkan keheningan mantan anggota parlemen Eduardo Cunha," kata keterangan tersebut.

"Dia tidak berpartisipasi, dia juga tidak mengizinkan, setiap gerakan dengan tujuan untuk menghindari agar mantan anggota kongres tersebut melakukan kesepakatan tawar-menawar atau bekerja sama dengan keadilan," sambung pernyataan yang sama. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya