Berita

Angkot Bogor/Net

Nusantara

Program Rerouting Dishub Dikeluhkan Sopir Angkot Bogor

RABU, 17 MEI 2017 | 06:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah ujicoba sejumlah trayek angkot untuk dialihkan dan perpanjangan rute TPK-2 dan TPK-3 digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor pada Selasa (16/5).

Namun, sebelum dimulainya ujicoba, petugas Dishub Kota Bogor berkumpul di Jalan Pajajaran (depan Gramedia) dan Jalan Siliwangi (depan PDAM). Setelah itu, para petugas Dishub satu persatu memberhentikan angkot untuk diberi pengarahan sekaligus mencabut stiker yang menutupi jurusan trayek baru.

Di tengah uji coba trayek, sopir angkot mengeluhkan ujicoba yang dilakukan tanpa didahului oleh Dishub. Hasilnya, mereka mengaku dibuat pusing dengan program rerouting ini, terutama berkaitan dengan tarif.


Selain itu, mereka juga mengeluhkan terhadap program rerouting yang yang berdampak terhadap penghasilan atau setoran kepada pemilik angkot yang mereka kendarai. Bukan itu saja, mereka juga takut tak bisa memberi nafkah kepada keluarganya masing-masing.

"Jujur mas, saya baru saja keluar untuk narik angkot. Tiba-tiba di depan PDAM, kami diberhentikan oleh petugas, katanya akan diujicoba perubahan rute. Kami belum dapat apa-apa sudah disuruh berhenti, bagaimana dengan setoran ke bos kami, apalagi untuk bawa uang ke rumah," keluh seorang sopir angkot 02 yang kepada RMOLJabar tidak mau disebutkan namanya.

Tidak hanya diberhentikan saja, mereka merasa dirinya juga harus menunggu berjam-jam untuk memulai ujicoba ke rute Ciawi yang kemudian ke Baranangsiang dan Terminal Bubulak.

"Baru mah keluar, udah diberhentiin. Udah gitu nunggu berjam-jam lagi. Kami sudah rugi waktu dan tenaga. Seharusnya, dinas terkait memperhatikan pendapatan kami. Uji coba ini, katanya sampai hari Kamis besok," pungkasnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya