Berita

Protes di Venezuela/BBC

Dunia

Remaja Tewas Di Tengah Gelombang Protes Di Venezuela

SELASA, 16 MEI 2017 | 16:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang remaja menjadi korban tewas di Venezuela pada hari lain demonstrasi massa melawan Presiden Nicolas Maduro awal pekan ini.

Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa di Venezuela sejak beberapa bulan lalu.

Remaja itu adalah Luis Alviarez. Remaja berusia 18 tahun itu tewas setelah dipukul di dada saat bentrokan dengan polisi di negara bagian barat Tachira.


Aktivis oposisi mengatakan pemrotes lain juga tewas di negara tersebut.

Mereka memprotes hampir setiap hari selama tujuh minggu untuk menuntut pemilihan awal dan mengakhiri krisis ekonomi dalam negeri.

Sejak gelombang demonstrasi terjadi. hampir 40 orang telah terbunuh sejak kerusuhan dimulai.

Presiden Maduro menuduh pemimpin Majelis Nasional yang dipimpin oposisi, Julio Borges, menghasut kekerasan dengan memanggil orang-orang ke jalanan.

Kerusuhan tersebut dipicu oleh upaya Mahkamah Agung untuk mengambilalih kekuasaan dari majelis pada tanggal 29 Maret.

Meskipun memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, Venezuela menghadapi kekurangan banyak barang pokok, termasuk makanan dan obat-obatan.

Perekonomiannya telah ambruk, dengan inflasi diperkirakan mencapai 700 persen tahun ini, dan kejahatan merajalela.

Oposisi mengatakan pemerintah sosialis Maduro dan pendahulunya, almarhum Hugo Chavez, telah salah mengelola ekonomi sejak berkuasa pada 1999.

Ini menyerukan pemilihan awal dan pembebasan politisi oposisi yang dipenjara selama beberapa tahun terakhir.

Maduro menuduh elit bisnis negara itu memboikot ekonomi untuk menciptakan kerusuhan dan menjatuhkan pemerintahannya yang terpilih secara demokratis. Masa jabatannya berakhir pada Januari 2019. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya