Berita

Trump dan Lavrov/BBC

Dunia

Trump Berbagi Informasi Rahasia Dengan Menlu Rusia?

SELASA, 16 MEI 2017 | 14:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan informasi yang sangat rahasia tentang kelompok militan ISIS kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam pertemuan awal pekan ini.

Dikabarkan BBC bahwa saat pertemuan Trump dengan Lavrov di Oval Office beberapa waktu lalu, Trump mengungkapkan rincian yang dapat menyebabkan pemaparan sumber informasi.

Kabar tersebut pertama kali dihembuskan oleh pejabat anonim kepada Washington Post dan New York Times.


Di antara informasi yang dibagikan Trump adalah soal plot ISIS. Trump dikabarkan mengungkapkan spesifik soal plot yang digunakan ISIS dan juga soal larangan penggunaan komputer laptop di pesawat terbang.

Informasi yang dibagikan Trump, menurut sumber yang sama, dianggap terlalu sensitif untuk dibagikan dengan sekutu AS lainnya.

Sejumlah pejabat lainnya yang menyadari hal itu dan juga hadir dalam pertemuan Trump-Lavrov melaporkan hal tersebut kepada CIA dan National Security Agency (NSA).

Bila hal itu benar adanya, maka tindakan Trump termasuk kategori ilegal karena presiden AS memiliki wewenang untuk mendeklasifikasi informasi.

Pertemuan tersebut terjadi sehari setelah Trump memecat kepala FBI, James Comey, memicu kritik bahwa ia melakukannya karena FBI sedang menyelidiki dugaan hubungan dengan Rusia.

Namun demikian, penasihat Keamanan Nasional HR McMaster mengatakan kepada wartawan bahwa kabar tersebut adalah salah.

"Presiden dan menteri luar negeri mengkaji berbagai ancaman umum terhadap kedua negara kita, termasuk ancaman terhadap penerbangan sipil," katanya.

"Tidak ada sumber atau metode intelijen yang dibahas. Dan presiden tidak mengungkapkan operasi militer yang belum diketahui publik," jelas McMaster. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya