Berita

Barack Obama/Net

Dunia

Ancam Bunuh Barack Obama, Pria Ini Dibui Lima Tahun

SENIN, 15 MEI 2017 | 19:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Seorang pria di negara bagian Oregon Amerika Serikat dijatuhi hukuman penjara setelah melakukan ancaman pembunuhan terhadap mantan Presiden Barack Obama.

Hakim Distrik Michael J. McShane memvonis John Martin Roos yang berusia 62 tahun hukuman penjara lima tahun tiga bulan di Penjara akhir pekan kemarin setelah ia mengaku bersalah membuat posting sosial media berisi kekerasan.

"Ancaman kekerasan yang ditujukan kepada pejabat publik dan penegakan hukum adalah masalah serius," kata pengacara AS untuk Oregon, Billy J. William seperti dimuat Press TV.


"Pos media sosial yang keras sama seriusnya dengan yang dibuat di tempat lain," sambung William.

Untuk diketetahui, Roos menjadi incaran penegak hukum pada bulan Juli 2016, ketika sejumlah pihak melaporkan pesan online-nya tentang membunuh Obama dan menembak agen FBI.

Dua bulan kemudian, dia ditangkap di luar sebuah pusat rehabilitasi dimana dia menjadi pasien. Polisi menemukan sebuah senapan dan ratusan butir amunisi di kamarnya. Petugas juga menemukan empat bom pipa di rumahnya.

Dia mengaku kepada hakim bahwa dia telah melakukan ancaman online terhadap Obama, ibu negara pada saat itu Michelle Obama, dan kedua putri mereka. Dia juga mengancam akan "mencekik" agen FBI dengan "senapan berburu."

Ross mengatakan kepada jaksa dalam sebuah wawancara bahwa ancamannya terhadap FBI terjadi setelah polisi membunuh Robert "LaVoy" Finicum, salah satu pemrotes Oregon yang mengambil alih tempat perlindungan satwa liar terpencil sebagai tanda protes terhadap perampasan tanah di bulan Januari 2016. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya