Berita

Xi Jinping/Net

Dunia

Menghadapi Globalisasi Ekonomi Bisa Tiru Cara Kawanan Angsa

SENIN, 15 MEI 2017 | 18:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden China, Xi Jinping mendorong para pemimpin negara di dunia untuk merangkul globalisasi serta berintegrasi dan menolak proteksionisme.

"Pertumbuhan ekonomi tidak berada di tanah yang kokoh. Globalisasi ekonomi menghadapi beberapa angin topan. Pembangunan menjadi tidak merata, belum lagi tantangan lain yang membayangi ekonomi dunia seperti perang, konflik, terorisme dan arus pengungsi dan migran yang besar," kata Xi kepada pluhan pemimpin negara yang hadir dalam pertemuan puncak yang mempromosikan prakarsa Belt and Road, sebuah kampanye infrastruktur China yang berpotensi bersejarah yang dapat mengubah keadaan di negara berkembang yang digelar di China.

"Dihadapkan oleh tantangan ini, banyak negara merenungkan jalan ke depan. Di dunia saling ketergantungan dan tantangan yang semakin meningkat, tidak ada negara yang dapat mengatasi semua tantangan atau menyelesaikan masalah dunia dengan sendirinya," tambah Xi.


Ia menambahkan bahwa karena hal tersebut lah, maka para pemipin negara-negara di dunia harus menolak proteksionisme dan menghindari pengaturan eksklusif.

"Angsa angsa dapat terbang jauh dan aman melalui angin dan badai karena mereka bergerak dalam kawanan ternak dan saling membantu satu sama lain sebagai sebuah tim," kata kepala partai Komunis tersebut.

"Pesannya adalah, cara terbaik untuk menghadapi tantangan dan mencapai perkembangan yang lebih baik adalah melalui kerja sama," tegasnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya