Berita

Ilustrasi/Net

Global

Serangan Siber Ransomware Ganggu Sejumlah Negara Asia

SENIN, 15 MEI 2017 | 18:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah dan bisnis Asia melaporkan beberapa gangguan dari virus worm ransomware WannaCry awal pekan ini.

Di China, ekonomi terbesar kedua di dunia, sistem pembayaran dan layanan pemerintah melaporkan beberapa gangguan dari serangan uang tebusan, namun jauh lebih sedikit daripada yang ditakuti. Gangguan di Asia, menurut sejumlah pakar, tergolong rendah, termasuk Jepang, India, Korea Selatan dan Australia.

WannaCry worm, yang mulai meluas sejak Jumat pekan lalu mengunci ratusan ribu komputer di lebih dari 150 negara, memukul pabrik, rumah sakit, toko dan sekolah di seluruh dunia.


Sementara efek pada entitas Asia pada awal pekan ini tidak separah dari apa yang diprediksi sebelumnya. Perusahaan yang terkena worm tersebut, yang sebagian besar menyebar melalui email, mungkin telah melakukan kewaspadaan tinggi sebelumnya.

"Kami melihat profil korban, kami masih melihat banyak korban di wilayah Asia Pasifik, tapi ini adalah kampanye global, ini tidak ditargetkan," kata Tim Wellsmore, Direktur Intelejen Ancaman, Asia Pasifik di perusahaan cybersecurity FireEye Inc FEYE.N.

"Tapi saya kira kita tidak bisa mengatakan bahwa hal itu tidak mempengaruhi wilayah ini," sambungnya.

Sementara itu Michael Gazeley, managing director Network Box, sebuah firma keamanan maya yang berbasis di Hong Kong, mengatakan masih ada banyak "ranjau darat" yang menunggu di kotak masuk orang-orang di wilayah tersebut, dengan sebagian besar serangan telah tiba melalui e-mail.

Namun, pasar keuangan di Asia tidak terpengaruh oleh berita tentang serangan cyber tersebut, dengan saham sebagian besar berada di wilayah tersebut pada siang hari.

Di China, raksasa energi PetroChina mengatakan bahwa sistem pembayaran di beberapa stasiun bensinnya dipukul, meskipun telah mampu memulihkan sebagian besar sistem. Beberapa badan pemerintah China, termasuk polisi dan petugas lalu lintas, melaporkan bahwa mereka terkena dampak hack tersebut.

Perusahaan teknologi China Qihoo 360 mengatakan tingkat infeksi pada hari Senin telah melambat secara signifikan dari dua hari terakhir.

"Keprihatinan sebelumnya terhadap infeksi skala besar pada institusi domestik tidak terwujud," kata firma tersebut.

Juru bicara Bursa Hong Kong dan Kliring, salah satu bursa terbesar di kawasan itu, mengatakan bahwa semua sistem sejauh ini bekerja normal. Namun pihaknya tetap siaga.

Satu sekolah di Korea Selatan melarang muridnya untuk menggunakan internet. Pemerintah Taiwan tampaknya telah lolos dari infeksi besar, mungkin karena peraturan di sana mengharuskan semua departemen untuk menginstal pembaruan perangkat lunak segera setelah tersedia.

Kantor Blue House kepresidenan Korea Selatan mengatakan sembilan kasus ransomware ditemukan di negara tersebut, namun tidak memberikan rincian mengenai di mana serangan cyber ditemukan.

Di Australia, Dan Tehan, menteri pemerintah yang bertanggung jawab atas keamanan dunia maya, mengatakan bahwa hanya tiga bisnis yang terkena serangga tersebut, meskipun ada kekhawatiran akan infeksi yang meluas. Tidak ada laporan kasus di Selandia Baru. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya