Berita

Dunia

Panel Kongres Filipina Tolak Pengaduan Pemakzulan Terhadap Presiden Duterte

SENIN, 15 MEI 2017 | 17:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah panel Kongres anggota parlemen Filipina awal pekan ini menemukan bahwa pengaduan impeachment terhadap Presiden Rodrigo Duterte tidak memiliki substansi dan tidak boleh melangkah lebih jauh.

Anggota komite dengan suara bulat memilih untuk menolak pengaduan Gary Alejano, anggota blok minoritas, dan akan merekomendasikan pemecatannya oleh Kongres 292 kursi.

Alejano menuduh Duterte melakukan kejahatan tinggi dan mengkhianati kepercayaan publik dengan menyembunyikan aset, mendukung eksekusi singkat ribuan orang Filipina dalam perang melawan narkoba, dan memiliki pendekatan "kekalahan" terhadap ketegasan Beijing di Laut Cina Selatan.


Keputusan panel untuk menyatakan keluhan tersebut tidak cukup secara substansial muncul beberapa jam setelah persidangan yang sangat menekankan pengakuan Alejano bahwa dia sendiri tidak secara pribadi menyaksikan pembunuhan terkait narkoba sehingga dia menuduh Duterte mensponsori.

Reuters
mengabarkan bahwa Alejano sangat marah karena panel tersebut tidak mau mendengar apa yang dia katakan sebagai bukti luas dari saksi dan korban kekerasan terkait narkoba yang akan membuktikan bahwa "pemerintah membunuh mereka".

Dia mengatakan bahwa komite tersebut membuat keputusan berdasarkan popularitas Duterte dan akan bertanggung jawab atas sebuah kediktatoran yang sedang terbentuk.

"Saya jamin jika kita mengizinkan presiden semacam itu melanggar konstitusi, jika kita mengizinkannya lebih jauh, ini akan menjadi kediktatoran," katanya kepada wartawan.

Penasihat Hukum Presiden, Salvador Panelo mengatakan bahwa pembekuan keluhan tersebut diharapkan karena dibangun dengan kepalsuan dan dimaksudkan untuk menodai reputasi Duterte. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya