Berita

Donald Trump/Net

Global

Trump Berhati-hati Soal Langkah Pemindahan Kedubes AS Ke Yerusalem

SENIN, 15 MEI 2017 | 16:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya mencari cara untuk bisa menepati janjinya memindahkan Kedubes AS di Tel Aviv Israel ke Yerusalem, namun di sisi lain tetap menjalankan kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Sejak menjabat pada bulan Januari, Trump telah menunjukkan tanda-tanda menyimpan janji kampanyenya untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv, sambil berjanji untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai sebuah kesepakatan perdamaian Timur Tengah.

"Presiden sedang sangat berhati-hati untuk memahami bagaimana keputusan semacam itu akan berdampak pada proses perdamaian," jelas Sekretaris Negara Rex Tillerson akhir pekan kemarin seperti dimuat Reuters.


Hal itu disampaikan hanya beberapa hari sebelum Trump memulai perjalanan Timur Tengah yang mencakup pertemuan dengan para pemimpin Israel dan Palestina.

Untuk diketahui bahwa Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukota abadi dan tak terpisahkan dan menginginkan semua negara asing memindahkan kedutaan mereka di sana. Relokasi tersebut sangat ditentang oleh banyak sekutu AS karena Palestina juga mengklaim kota itu sebagai ibukota mereka.

Tillerson mengatakan bahwa keputusan Trump sangat bergantung pada bagaimana hal itu dilihat oleh pemerintah di wilayah tersebut, termasuk apakah Israel menganggapnya bermanfaat bagi inisiatif perdamaian atau mungkin sebuah gangguan.

Komentarnya menarik tanggapan cepat dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Posisi Israel telah dinyatakan berkali-kali sebelumnya kepada pemerintah Amerika dan dunia," kantor Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Memindahkan kedutaan Amerika ke Yerusalem tidak akan membahayakan proses perdamaian, hal itu akan melakukan hal yang sebaliknya. Ini akan memajukannya dengan meluruskan kesalahan historis dan dengan menghancurkan fantasi Palestina bahwa Yerusalem bukanlah ibu kota Israel," sambungnya. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya