Berita

China/Net

Dunia

Presiden China Dorong Pemimpin Negara Tolak Proteksionisme

SENIN, 15 MEI 2017 | 15:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden China Xi Jinping mendesak para pemimpin dunia untuk menolak proteksionisme dan mendorong keterbukaan kerjasama.

Hal itu disampaikan Xi di hadapan hampir 30 pemimpin dunia dalam pertemuan puncak internasional di mana China mempromosikan kebijakan luar negerinya, yakni inisiatif One Belt One Road (OBOR).

"Globalisasi menghadapi beberapa angin ribut," kata Xi di sebuah pusat konvensi di dekat Tembok Besar di pinggiran kota Beijing.


"Kita perlu mencari hasil melalui keterbukaan dan kerjasama yang lebih besar, menghindari fragmentasi, menahan diri untuk tidak menerapkan batasan yang menghambat kerjasama atau pengaturan eksklusif, dan menolak proteksionisme," sambungnya.

Pada pembukaan pertemuan pada hari Minggu, Xi berjanji untuk memompa tambahan 124 miliar dolar AS ke dalam proyek bankir China, yang melibatkan jaringan besar pelabuhan, kereta api, jalan dan taman industri.

Bank Pembangunan China telah mengalokasikan 890 miliar dolar AS untuk sekitar 900 proyek.

Inisiatif ini mencakup 65 negara yang mewakili 60 persen populasi dunia dan sekitar sepertiga dari produk domestik bruto global.

China telah mempertahankan globalisasi pada saat Amerika Serikat mundur ke dalam kebijakan "Amerika Pertama" mengenai perdagangan dan hubungan luar negeri di bawah Presiden Donald Trump.

Sementara beberapa melihat proyek Beijing sebagai pemasar geopolitik, Xi bersikeras bahwa Belt and Road terbuka untuk semua orang.

"Dalam dunia pertumbuhan, saling ketergantungan dan tantangan, tidak ada negara yang dapat mengatasi tantangan atau menyelesaikan masalah dunia dengan sendirinya," jelasnya seperti dimuat Channel News Asia. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya