Berita

Peta lokasi/BBC

Dunia

Pelarian Massal Dari Penjara, 17 Narapidana Ditembak Mati

SENIN, 15 MEI 2017 | 14:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penjaga penjara menembak mati 17 narapidana setelah mereka melakukan pelarian massal di penjara Buimo di Papua Nugini akhir pekan ini.

Dalam pelarian massal tersebut, tiga tahanan telah ditangkap sementara 57 lainnya berhasil melarikan diri.

Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa para tahanan yang lolos, beberapa dari mereka masih menunggu persidangan, menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan daerah tersebut.


Penjara di Lae, kota terbesar kedua di Papua Nugini, telah mengalami pelarian serupa berulang-ulang kali selama beberapa tahun terakhir.

"Mayoritas dari mereka yang lolos ditangkap karena kejahatan berat dan berada dalam tahanan menunggu persidangan," kata Kepala Polisi Inspektur Anthony Wagambie seperti dimuat BBC.

"Sejumlah besar ditangkap oleh polisi tahun lalu karena kebanyakan perampokan bersenjata, pencurian mobil, sisanya karena pencurian ringan," sambungnya.

Dia memperingatkan agar para tahanan yang lari sehera menyerahkan diri kepada pemimpin masyarakat, sesepuh gereja atau anggota keluarga untuk kemudian dipenjara.

Penjara di Papua Nugini sering menderita kepadatan penduduk, kondisi buruk dan lama menunggu narapidana menunggu persidangan.

Pada 2016, setidaknya 11 tahanan ditembak mati dan lebih dari 70 orang melarikan diri saat mereka menyerbu gerbang utama, menahan para penjaga.

Tahun sebelumnya, sekitar 50 tahanan berhasil lolos dengan cara yang sama. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya