Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Europol: Korban Serangan Siber Capai 200 Ribu di 150 Negara

MINGGU, 14 MEI 2017 | 18:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Serangan cyber hari Jumat telah menyerang 200.000 korban di setidaknya 150 negara dan jumlah tersebut dapat meningkat saat orang kembali bekerja pada hari Senin besok (15/5).

Begitu kata kata kepala badan polisi Uni Eropa (Europol) Rob Wainwright akhir pekan ini.

Pakar keamanan cyber mengatakan penyebaran virus yang dijuluki WannaCry, "ransomware" yang mengunci komputer di pabrik mobil, rumah sakit, toko dan sekolah di beberapa negara telah melambat. Namun hal itu mungkin tidak akan bertahan lama.


Ia menilai bahwa serangan itu unik karena alat peraga digunakan bersamaan dengan "fungsi worm" sehingga infeksi menyebar secara otomatis.

"Jangkauan global belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah terakhir adalah lebih dari 200.000 korban di setidaknya 150 negara, dan korban tersebut, banyak di antaranya adalah bisnis, termasuk perusahaan besar," katanya.

"Saat ini, kami sedang menghadapi ancaman yang meningkat. Angka-angka akan naik, saya khawatir tentang bagaimana angka akan terus bertambah saat orang-orang pergi bekerja dan menyalakan mesin mereka pada hari Senin pagi," sambungnya.

Dia mengatakan Europol dan agen lainnya belum mengetahui siapa yang berada di balik serangan tersebut.

"Tentu saja ada jumlah yang diminta, dalam hal ini jumlah yang relatif kecil, 300 dolar AS naik menjadi 600 dolar AS jika Anda tidak membayar dalam tiga hari," katanya.

"Sudah ada beberapa pembayaran sejauh ini yang kami perhatikan saat kami melacak ini, jadi kebanyakan orang tidak membayar ini, jadi sekarang tidak banyak uang yang dibuat oleh organisasi kriminal sejauh ini," sambungnya seperti dimuat Reuters.

Wainwright menambahkan bahwa Europol telah memperhatikan keamanan dunia maya di sektor kesehatan, yang menangani banyak data sensitif, namun menolak berkomentar mengenai apakah Dinas Kesehatan Nasional Inggris telah didanai dengan cukup. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya