Berita

Protes dengan menunggangi kuda di Venezuela/Press TV

Dunia

Pengunjuk Rasa Libatkan Kuda Dalam Protes Terhadap Pemerintahan Presiden Maduro

MINGGU, 14 MEI 2017 | 15:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Demonstran anti-pemerintah di Venezuela tak henti menyuarakan protes mereka atas pemerintahan Nicholas Maduro.

Aksi terbaru akhir pekan ini, mereka mengerahkan sejumlah kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor serta sepeda dan bahkan kuda di jalanan pusat Vargas, Venezuela.

Gelombang pendemo tersebut memaksa polisi untuk menembakkan gas air mata.


Sementara di hari yang sama, (Sabtu, 13/5), Presiden Nicolas Maduro, dalam sebuah pidato, mengatakan bahwa krisis politik dan ekonomi yang sedang berlangsung dan pemekaran di negara tersebut akan diatasi oleh partisipasi bangsa dalam sebuah pemilihan untuk memilih anggota panel untuk menulis sebuah konstitusi baru.

Rencana Maduro membuat pemilihan anggota panel baru tersebut diketahui telah menimbulkan ketegangan di masyarakat Venezuela.

"Saya hanya menunggu hari dimana Dewan Pemilihan Nasional menetapkan tanggal pemilihan majelis konstituante nasional sehingga orang bisa keluar dan melakukan keadilan dengan suara mereka," kata Maduro dalam pidato di televisi.

500 anggota majelis konstituen yang diusulkan, yang akan dipilih dalam pemilihan langsung dan rahasia, akan ditugaskan untuk menulis ulang konstitusi negara saat ini.

Maduro menegaskan bahwa setidaknya setengah dari anggota majelis konstituen akan dipilih oleh pemungutan suara, dan separuh lainnya, oleh sektor sosial termasuk sindikat buruh dan petani.

Tidak jelas perubahan spesifik apa yang Maduro dan sekutunya rencanakan untuk dilakukan dengan menulis ulang konstitusi, namun dia menegaskan bahwa diperlukan sebuah konstitusi baru untuk memulihkan perdamaian dan menghentikan oposisi melakukan tindakan yang ia anggap sebagai bentuk kudeta. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya