Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

20 WNA Di Penahanan Imigrasi Jepang Mogok Makan

JUMAT, 12 MEI 2017 | 18:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 20 warga negara asing yang ditahan di pusat penahanan imigrasi di Tokyo melakukan aksi mogok makan pekan ini.

"Tahanan mulai menolak makanan yang diberikan oleh pusat mulai Selasa malam dan masih berlanjut," kata Atsushi Sakai, juru bicara Biro Imigrasi Regional Tokyo (Jumat, 12/5).

Namund emikian Satu menjelaskan bahwa masih belum jelas motif di balik aksi mogok makan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.


Sakai pun enggan membeberkan asal negara mereka yang melakukan aksi mogok makan.

"Kami berasumsi bahwa mereka melakukan mogok makan untuk mengeluh tentang perawatan di pusat dan aplikasi untuk pembebasan sementara," katanya sambil menambahkan bahwa tindakan protes semacam ini jarang terjadi.

Sebuah kelompok hak asasi manusia yang disebut Asosiasi Pelepasan Sementara di Jepang menulis di blognya bahwa peserta mogok makan berasal dari 12 negara, termasuk China, Myanmar, dan Bangladesh, dan berusia antara 25 dan 55 tahun.

Sakai menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 580 orang ditahan di pusat imigrasi.

Biro tersebut tidak mengkonfirmasi apakah pencari suaka juga ditahan di sana namun Asosiasi Pengungsi Jepang, badan amal yang berbasis di Tokyo, mengatakan bahwa pelamar status pengungsi ditahan di pusat imigrasi.

Jepang, salah satu negara terkaya di dunia, menerima hanya 28 pengungsi pada tahun 2016, satu orang lebih banyak dari tahun sebelumnuya dari 8.193 aplikasi yang diulas oleh Biro Imigrasi. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya