Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

China Uji Coba Kabin Bulan Jangka Panjang

JUMAT, 12 MEI 2017 | 16:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China mengambil langkah lain dalam program penjelajahan antariksa dengan memulai skenario percobaan untuk stasiun Bulan permanen.

Mahasiswa sains telah pindah ke kabin untuk mensimulasikan kehidupan di lingkungan mirip bulan hingga 200 hari.

Tujuannya adalah untuk mempersiapkan misi ruang angkasa jangka panjang tanpa masukan dari dunia luar.


China telah menuangkan dana besar ke dalam program antariksa untuk menyaingi AS dan Rusia.

Empat mahasiswa pascasarjana dari universitas astronaut Beihang pada hari Rabu pindah ke kabin, dengan ambisius disebut Yuegong-1, atau Istana Lunar dalam bahasa Inggris.

Mereka akan menginap di kabin selama 60 hari, diikuti oleh kelompok lain yang akan tinggal selama 200 hari. Empat yang pertama kemudian akan kembali lagi 105 hari lagi.

Menurut kantor berita Xinhua, salah satu elemen utama dari eksperimen ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana misi ruang angkasa dapat sepenuhnya mandiri dalam jangka waktu yang panjang.

Limbah manusia akan menjalani proses bio-fermentasi, dan tanaman dan sayuran harus ditanam dengan bantuan makanan dan produk sampingan limbah.

Stasiun Bulan model memiliki dua modul pembudidayaan tanaman dan kabin perumahan yang menampung empat bilik tidur, satu ruang rekreasi, kamar mandi, ruang perawatan limbah dan sebuah ruangan untuk memelihara hewan.

Sementara eksperimen di atas Istana Lunar ditujukan untuk mempersiapkan penjelajah bulan untuk lama tinggal di bulan, China tidak berencana untuk mendaratkan astronot pertamanya di sana setidaknya 10 tahun lagi. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya