Berita

Facebook/BBC

Dunia

Thailand Peringatkan Facebook Untuk Blokir Konten Kontra-Monarki

JUMAT, 12 MEI 2017 | 15:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak berwenang di Thailand telah memperingatkan Facebook untuk mencatat konten yang kritis terhadap monarki, bila tidak, maka akan ada ancaman tindakan hukum.

Raksasa media sosial itu telah diberikan waktu sampai Selasa depan untuk menghapus lebih dari 130 item dari halaman yang dapat dilihat di Thailand.

Diketahui bahwa pemerintah militer Thailand yang merebut kekuasaan di Thailand pada tahun 2014 telah berusaha keras untuk menekan setiap kritik terhadap monarki.


Ribuan situs telah diblokir, dan orang-orang tertangkap karena berbagi, atau bahkan menyukai posting Facebook yang dianggap tidak menarik bagi monarki telah diadili.

Menanggapi peringatan dari Thailand, Facebook mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan permintaan dari pemerintah untuk memblokir materi, dan akan mematuhi jika melanggar undang-undang setempat.

Setiap komentar yang kritis terhadap monarki dapat menyebabkan penuntutan di bawah undang-undang Thailand yang ketat.

Komisi Penyiaran Nasional dan Telekomunikasi mengatakan kepada BBC bahwa Facebook telah bekerja sama dalam memblokir beberapa halaman, namun lebih dari 130 orang yang dianggap ilegal tetap terlihat di Thailand.

Tahun lalu, wakil perdana menteri negara itu mengatakan Google setuju untuk bekerja sama dengan penghapusan konten online yang menghina kerajaan Thailand.

Perusahaan internet AS mengatakan bahwa mereka mengikuti kebijakan penghapusan konten yang ada.

"Ketika kami diberi tahu tentang konten yang ilegal melalui proses resmi, kami akan membatasinya di negara yang ilegal setelah ditinjau secara menyeluruh," kata Google saat itu. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya