Berita

Kim Gwang-ho/BBC

Dunia

Gara-gara Whistleblower, Hyundai Dan Kia Diwajibkan Tarik Ribuan Mobil

JUMAT, 12 MEI 2017 | 14:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Korea Selatan telah memerintahkan pembuat mobil Hyundai dan Kia Motors untuk menarik sekitar 240 ribu mobil buatannya setelah mendapat kabar dari whistleblower.

Sang whistlerblower yakni Kim Gwang-ho merupakan bekas karyawan Hyundai. Ia mengemukakan kekhawatiran tentang cacat yang mempengaruhi 12 model mobil yang berbeda.

Ini adalah pertama kalinya pemerintah negara tersebut mengeluarkan recall kendaraan wajib.


Hyundai dan Kia menolak untuk bertindak secara sukarela, mengatakan bahwa ada masalah yang ada tidak ada yang membahayakan keselamatan.

Kia adalah afiliasi dari Hyundai, dan pejabat meminta jaksa negara tersebut untuk mencari bukti penutupan di pembuat mobil.

Model yang terkena dampak meliputi hatchback Hyundai i30, sedan menengah Sonata, Genesis mewah dan Kia's Mohave serta minivan Karnaval. Model-model ini dan yang lainnya ditemukan memiliki masalah dengan pipa vakum, selang bahan bakar, lampu rem parkir dan beberapa bagian rusak lainnya.

Penarikan yang direncanakan akan menambah 1,5 juta mobil yang ditawarkan Hyundai dan Kia untuk diperbaiki bulan lalu di Korea Selatan dan Amerika Serikat karena kemungkinan mogok mesin.

Kim Gwang-ho, pria berusia 55 tahun di balik recall Hyundai yang spesifik ini mengatakan bahwa dia telah memutuskan untuk mengungkapkan apa yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, karena dia tidak dapat membiarkan penumpang melakukan perjalanan dengan kendaraan yang mereka tidak ketahui da permasalahan.

Kim sendiri telah bekerja di Hyundai selama lebih dari 25 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya