Pemecatan James Comey dari posisi Direktur FBI oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan banyak pihak, tak terkecuali James Comey sendiri.
Trump memecat Comey terkait dengan penyelidikan atas email Hillary Clinton. Dalam surat resmi yang ia tulis untuk Comey disebutkan bahwa pemecatannya dilakukan karena ia setuju dengan rekomendasi Jaksa Agung Jeff Sessions yang menyebut bahwa Comey tidak dapat memimpin FBI secara aktif.
Padahal, masih lekat diingatan ketika Trump pada masa terakhir kampanye presiden dalam pemilu akhir tahun lalu pernah memuji Trump atas tindakannya dalam menangani email Clinton.
Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mengatakan bahwa Comey dinilai tidak dapat mempertahankan posisinya atas kesimpulan penyelidikan email Clinton,
"Dan saya tidak mengerti penolakannya untuk menerima keputusan yang hampir universal bahwa dia salah," sambungnya.
"Hampir semua orang setuju bahwa Direktur membuat kesalahan serius, ini adalah satu dari sedikit isu yang menyatukan orang dengan perspektif yang beragam," jelas Rosenstein.
Ia menilai bahwa Comey salah karena "merebut" jaksa agung sebelumnya pada bulan Juli 2016 untuk mengumumkan penyelidikan email Clinton yang harus ditutup tanpa tuntutan.
Wakil jaksa agung mengatakan, Comey menambah kesalahannya dengan "secara serampangan" melepaskan "informasi yang menghina Clinton.
[mel]