Berita

Foto/Net

Nusantara

Tunggu Apa Lagi, KPK Harus Usut Dana Off Budget Pemprov DKI

SELASA, 09 MEI 2017 | 01:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan Dirut PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaya pernah mengakui perusahaannya menyetor Rp 1,6 triliun ke Pemprov DKI. Dengan adanya pengakuan tersebut, seharusnya KPK dapat segera mendalami kasus dana off budget Pemprov DKI, salah satunya dari setoran APL.

"KPK harus segera bertindak karena kasusnya sangat jelas, kesaksian Ariesman di Pengadilan Tipikor dan di bawah sumpah," kata aktivis 77/78 Abdurrahim Krisna, Senin (8/5), dilansir dari RMOL Jakarta.

Dia menjelaskan pentingnya dana off budget diusut karena penerimaan dan penggunaannya tidak transparan dan sangat rawan korupsi. Karena tidak dicatat di dalam APBD, dana off budget juga tidak masuk dalam kas daerah.


"Masuknya kemana, hanya Ahok yang tahu. BPK tidak tahu, DPRD tidak tahu, apalagi pihak lainnya. Tentu ini melanggar perundang-undangan tentang keuangan negara dan daerah, misalnya PP 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah," katanya.

Masalah lainnya, kata dia, setoran APL sebesar Rp 1,6 triliun kepada Pemprov DKI yang diwajibkan oleh Ahok tidak memiliki dasar hukum. Apalagi, setoran ini diserahkan APL sebagai bagian dari kontribusi tambahan telah mendapat izin melaksanakan proyek reklamasi padahal Perdanya sendiri belum ada dan baru dibahas di DPRD.

Karena tidak tercatat dalam APBD DKI, baik dalam catatan uang masuk maupun uang keluar, maka dana ini tidak terjangkau oleh audit BPK.

"Kewenangan BPK hanya mengaudit APBD, dalam hal ini APBD DKI. Karena itu tidak bisa diketahui apakah sebenarnya nilai setoran APL, misalnya, hanya 600 miliar tetapi diakui 1,6 triliun dan yang 1 triliun masuk kantong pribadi. Ini hanya Ahok yang tahu,"

Dia lantas mengingatkan di zaman Orde Baru permainan dana off budget antara lain terjadi di Bulog. Namun ketika terjadi reformasi dan Rizal Ramli diangkat menjadi Kepala Bulog oleh Presiden Abdurahman Wahid, praktek dana off budget di Bulog dibersihkan dan semua uang keluar masuk dicatat dalam pembukuan Bulog. Sehingga, upaya Rizal ketika itu menerapkan majemen Bulog yang bersih dan menguntungkan negara.

"Namun di zaman Ahok menjadi Gubernur DKI dana off budget ini dihidupkan lagi. Bisa dibayangkan modus yang sangat rawan korupsi ini ditiru oleh para gubernur di seluruh Indonesia. Sudah tentu makin besar saja korupsi di negara kita. Jadi, KPK harus segera bertindak," tukas Abdurrahim. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya