Berita

Denny JA/Net

Politik

Komitmen Demokrasi Pancasila Harus Ditegaskan Lagi Pasca Pilgub DKI

KAMIS, 04 MEI 2017 | 17:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komitmen pada demokrasi Pancasila perlu ditegaskan kembali pasca Pilgub DKI yang membela publik dan elit politik.

Begitu kata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (4/5).

Kata dia, demokratisasi di Indonesia yang dimulai sejak reformasi 1998 akan mengalami kemunduran signifikan dalam waktu dekat. Indonesia akan berada dalam ketidakpastian yang berlarut dan mundur dari segala capaian yang kini berhasil diraih.


"Inilah renungan terjauh refleksi dari ruang publik Indonesia pasca pilkada Jakarta. Persaingan antar kandidat dalam pilkada sudah selesai. Namun konflik gagasan dan embrio platform justru terus membara, berbeda, bahkan bertentangan soal bagaimana aturan main bersama itu sebaiknya," ujarnya.

Kata dia, untuk mengantisipasi itu semua, maka ada empat pokok isu strategis pasca Pilgub DKI yang harus diselesaikan.

Pertama, mengenai embrio platform tentang arah bagaimana Indonesia harus dibentuk. Kedua mengenai penegasan argumen demokrasi pancasila yang diperbaharui.

"Ketiga, penjelasan soal apa yang kurang dalam praktek demokrasi Indonesia saat ini, agar mencapai platform ideal demokrasi Pancasila yang diperbaharui itu," ucapnya.

Sedangkan poin terakhir adalah mengenai peran serta masyarakat untuk ikut serta dalam mengkonsolidasikan demokrasi Pancasila yang diperbaharui itu.

Agar platform demokrasi Pancasila yang diperbaharui ini bisa diterima secara akomodatif sebagai acuan di Indonesia maka perlu ada sejumlah penambahan aturan.

Salah satunya, memberikan peran agama yang lebih besar di ruang publik melalui sebuah UU Perlindungan Kebebasan dan Umat bergama. Termasuk, mengakomodasi seluruh spektrum gagasan yang ada dalam masyarakat.

"Sejauh itu semua masih dalam bentuk gagasan, ia dibolehkan belaka untuk hidup di ruang publik. Yang dilarang hanya gagasan yang merekomendasikan kekerasan seperti terorisme atau gagasan yang dipaksakan dengan kekerasan," ujarnya.

Law enforcement aparatur negara juga harus ditegakkan dalam platform demokrasi Pancasila yang diperbaharui tersebut. Saat demokrasi masih labil seperti saat ini, maka pemerintah harus hadir.

"Pemerintah harus tegas dan keras melindungi keberagaman itu. Jika tidak, kebebasan yang ada justru digunakan untuk menindas yang lemah," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya