Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Wacana Jual Aset Bukti Target Infrastruktur Tidak Masuk Akal

SELASA, 02 MEI 2017 | 10:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mewacanakan agar BUMN menjual aset dalam mendukung program pembangunan infrastruktur dinilai tidak solutif dan cenderung impulsif.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut pernyataan yang dilontarkan di tengah banyaknya persoalan yang membelit berbagai proyek pembangunan infrastruktur pemerintah ini, akan merepotkan pihak-pihak terkait jika benar-benar dijadikan agenda.

"Bisa-bisa masalah kita jadi makin tumpang tindih," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (2/5).


Kata Fadli, pernyataan Jokowi bisa diartikan bahwa dana pembangunan infrastruktur dinilai terlampau besar, yakni mencapai Rp 5.500 triliun.  Sementara anggaran yang ada hanya bisa menyediakan Rp 1.500 triliun. Artinya, kapasitas keuangan negara terbatas dan hanya bisa menyediakan dana kurang dari 30 persen yang dibutuhkan.

"Ini sebenarnya menjadi ukuran jika selama ini agenda pembangunan infrastruktur pemerintah memang kurang masuk akal. Sangat memaksa dan tak memperhatikan skala prioritas,” urainya.

Wakil ketua Umum Partai Gerindra ini kemudian mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan tol. Dalam hal ini pemerintah sejak awal pemerintah menyatakan jika prioritas konsesi pembangunan jalan tol pertama-tama akan diberikan kepada swasta dulu, kemudian BUMN, dan jika tak bisa baru menggunakan dana APBN. Dengan demikian, jalan tol memang dijadikan solusi untuk mengatasi keterbatasan APBN dalam membangun infrastruktur jalan.

“Tapi sebagaimana bisa kita lihat, banyak konsesi yang semula diberikan kepada swasta akhirnya mangkrak, seperti jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), jalan tol Cimanggis-Cibitung, dan tol Bekasi-Kampung Melayu (Becakayu). Tak hanya di Jawa Barat, di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga pengerjaannya terhambat. Proyek-proyek swasta itu pada akhirnya harus diambil-alih oleh pemerintah,” sambung Fadli

Selama ini, lanjutnya, pola Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS) atau Public Private Partnership (PPP) dalam pembangunan dan pengusahaan jalan tol saja sudah menyulitkan pemerintah dalam menyusun kebijakan publik yang fair dan transparan.

"Belum lagi ditambah wacana baru (penjualan aset). Apalagi ini, sesudah diambil alih pemerintah, memakan dana APBN, kok begitu selesai akan diberikan kepada swasta lagi urusan pengelolaannya?" tegasnya.

Di tengah situasi itu, sambung Fadli, seharusnya pemerintah merasionalisasi pembangunan infrastruktur, bukan justru menjual aset BUMN.

"Jangan sampai pemerintah selalu mengatakan akselerasi, tapi tak mensinkronkannya dengan kemampuan APBN dan kapasitas BUMN. Ini pola dan gaya manajemen pembangunan yang berbahaya sekali,” pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya