Berita

Net

Nusantara

Gubernur Papua Pastikan Investasi Diarahkan Ke Pemberdayaan Masyarakat

SENIN, 01 MEI 2017 | 21:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Target investasi Provinsi Papua secara nasional pada tahun 2016 berada pada urutan kedua se-Indonesia, dengan nilai Rp 40,5 triliun atau 20,84 persen, di bawah Provinsi Jawa Timur yang mencapai 60,11 persen.

Di tahun yang sama, Pemprov Papua menargetkan realisasi untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 519,5 triliun.

Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan bahwa semua kebijakan investasi di provinsi itu diarahkan pada keberpihakan, perlindungan, dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, kegiatan investasi harus melibatkan dan memberi manfaat yang sebesar-sebesarnya bagi masyarakat.


Ia berharap kebijakan investasi yang dilakukan ini juga diiringi transformasi teknologi dan kemampuan manajerial yang dapat membangun jiwa entrepreneurship kepada masyarakat.

"Sehingga pada saat dan dalam waktu tertentu masyarakat adat Papua dapat mengola tanah, hutan dan seluruh kekayaan alam lainnya secara mandiri yang menghidupi diri dan keluarganya serta masyarakat di sekitarnya atau menjadi tuan di rumah sendiri," ujarnya saat membuka bimbingan pelaksanaan kegiatan penanaman modal kepada masyarakat dunia usaha se-Provinsi Papua, Senin (1/5).

Dalam rangka mewujudkan jargon 'Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera', maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua melaksanakan kegiatan penanaman modal kepada masyarakat dunia usaha, yang bertujuan agar perusahaan PMA/PMDN dapat menyampaikan perkembangan perusahaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

"Kegiatan ini akan dilakukan secara terus menerus di 5 wilayah adat pada tahun 2017 agar membuka ruang dan waktu untuk perusahaan, guna menyampaikan keberhasilan yang telah dibuat kepada masyarakat dan tantangan yang dihadapinya," terang Lukas.

Sementara, untuk menarik investor Pemprov Papua akan terus menerus melakukan pembenahan birokrasi dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi penanaman modal dalam negeri maupun asing untuk berinvestasi di Papua.

"Dengan dilimpahkannya seluruh jenis perizinan melalui satu pintu, investasi di Papua diharapkan terus meningkat," tutup Lukas. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya