Berita

Net

Politik

Saatnya Media Konvensional Kembali Ke Khittah

SENIN, 01 MEI 2017 | 17:50 WIB | LAPORAN:

Presidium Jaringan Wartawan Anti Hoax meminta media konvensional baik cetak maupun elektronik membuat gerakan moral memproduksi jurnalisme yang beradab.

Menurut Ketua Presidium Jaringan Wartawan Anti Hoax Agus Sudibyo, masyarakat Indonesia sudah jenuh dan muak dengan media sosial yang penuh informasi palsu atau hoax.

"Jadi, ini harus dimanfaatkan oleh media konvensional agar meyakinkan masyarakat bahwa berita yang mereka produksi bisa dipercaya. Hal ini sudah terjadi di Amerika Serikat, warga AS alami rebound, jenuh dari media sosial kembali ke media konvensional. Rebound itu bisa juga terjadi di masyarakat Indonesia," jelasnya saat diskusi bertema 'Memerangi Hoax dan Memperkuat Media Siber Nasional' di JCC, Senayan, Senin (1/5).


Atas dasar itu, Agus meminta agar media konvesional tidak lagi menjadi pengikut media sosial. Jika media konvensional masih bertingkah layaknya media sosial yang penuh hoax maka media konvensional masuk dalam perangkat habitat baru yang eksis karena telah terperangkap sebagai kompetitor media sosial.

"Media konvensional harus kembali ke khittah saat masyarakat sudah jenuh dengan media sosial. Kasih info yang kredibel, mencerahkan dan tidak memecah belah masyarakat," ujarnya.

Agus menekankan budaya rebound masyarakat AS sebagaimana mengutip penulis Farhad Manjoo di New York Times soal kebohongan atau hoax yang sudah mengalami proses institusionalisasi. Di mana, Farhad menyoroti hoax yang justru dimanfaatkan kubu Hillary Clinton dan Donalld Trump semasa kampanye pilpres tahun lalu.

Mirisnya, hal tersebut juga terjadi saat ajang Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Baik pihak Anies Baswedan maupun Basuki Tjahaja Purnama sama-sama menjadikan Hoax sebagai alat kampanye untuk mempengaruhi tingkat elektoral.

Sayangnya media konvensional pun terperangkat dan menjadi pengikut pemberitaan hoax dan fake news yang tersebar lewat media sosial sepanjang September hingga November tahun lalu. Hoax yang harusnya dihindari karena bersifat amoral justru dipraktikkan.

Farhad pun membaca bahwa setelah pilpres AS itulah warga alami rebound untuk kembali ke media konvensional karena muak dengan media sosial. Namun demikian, masyarakat mengaku bingung karena sulit membedakan mana berita bohong dan mana berita yang sesuai fakta.

"Ini yang disebut Farhad sebagai institusionalisasi. Tapi media konvensional di Indonesia harus bisa keluar dari situ dan kembali ke khittah sebagai pembawa kebenaran dan pencerahan," demikian Agus. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya