Berita

Politik

Tiga Komponen Perangi Hoax Versi Pakar Kelirumologi

SENIN, 01 MEI 2017 | 15:21 WIB | LAPORAN:

. Ketua Pusat Studi Kelirumologi, Jaya Suprana mengatakan ada tiga komponen dalam menghadapi hoax (informasi bohong). Yaitu, pemerintah, masyarakat dan pelaku dalam pemberitaan alias jurnalis.

Pesan yang disampaikan Jaya dalam ajang World Press Freedom Day (WPFD) 2017 yang diselenggarakan PWI Pusat di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/5).

"Kemendikbud selaku pemerintah harus memasukkan mata pelajaran ketahanan sosial. Ini penting sekali," ujar Jaya dalam diskusi 'Memerangi Hoax, Memperkuat Media Siber Nasional' tersebut.


Jaya berbagi pengalaman saat mengajar di Jerman tahun 1970-an lalu. Saat itu, ada mata pelajaran ketahanan sosial. Setiap warganya, sejak kecil diajak membahas pemberitaan dan iklan di koran.

Khususnya, terkait berita atau iklan yang menyesatkan alias. Setelah itu, mereka membahas dan mengambil keputusan, terkait informasi mana yang benar dan tidak.

"Artinya, silakan saja hoax merajalela. Tapi, insan dididik untuk memilah mana yang benar dan keliru. Ngga ada masalah," papar anggota dewan penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) itu.

Kemudian, untuk pihak jurnalis, terang Jaya, perlu menerapkan jihad Al-Nafs. Yaitu, upaya untuk menaklukkan diri sendiri. Tujuannya, agar dapat mengontrol terjadinya hoax dalam pemberitaan.

"Kaum profesional (jurnalis), harus menerapkan jihad Al-Nafs. Supaya bisa menaklukkan diri sendiri. Wartawan, termasuk saya, perlu belajar cara menaklukkan diri sendiri. Bukan (menaklukkan) orang lain," demikian Jaya.

Dalam diskusi itu, dihadiri juga oleh Deputi IV Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo, Ketua Ketua Harian Jawarah, Agus Sudibyo dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI, Wina Armada Sukardi. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya