Berita

Foto/RMOL

Politik

Polisi Berharap Hari Buruh Jadi Momentum Refleksi Berkarya

MINGGU, 30 APRIL 2017 | 19:08 WIB | LAPORAN:

Peringatan Hari Buruh Internasional yang biasanya digelar dengan aksi besar-besaran diharapkan bisa berubah menjadi aksi rasa suka cita.

Harapan itu sebagaimana diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto saat menghadiri diskusi Hari Buruh yang diselenggarakan oleh Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 di Gedung Joeang, Jakarta, Minggu (30/4).

"Intinya kita berharap 1 Mei dimaknai hari buruh, hari suka cita, dan suka ria. Tetapi juga harus menjadi momentum refleksi sejauh mana buruh berjuang, buruh berkarya," ujar Irjen Setyo.


Dijelaskan Setyo bahwa setiap tahun, ribuan pekerja berbondong-bondong menggelar aksi May Day di depan Istana Negara. Mereka menuntut agar dinaikan upah kerja dan penghapusan sistem kerja outsourching. Tahun ini buruh juga menaruh perhatian pada Peraturan Pemerintah 78/2015 agar segera dicabut.

"Tadi pagi Menaker (Hanif Dhakiri) sudah menyampaikan bahwa PP 78 sudah mengakomodir setiap tahun ada kenaikan UMP maupun UMR sekitar lima persen. Walaupun lima persen bukan merupakan mutlak dari peran buruh tetapi dari berbagai komponen sehingga meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Setyo menjabarkan bahwa tidak sedikit perusahaan pindah ke luar negeri karena tidak bisa memenuhi tuntutan buruh. Untuk itu, ia berharap saat Mayday, tuntutan buruh tidak lagi merugikan perusahaan dan momentum itu pula tidak dimanfaatkan partai politik untuk kepentingan pribadi.

"Oleh sebab itu, hari buruh mengajukan tuntutan bisa diseimbangkan dengan kemampuan perusahaan. Sekali lagi kiranya teman buruh lebih memaknai 1 Mei sebagai memahami refleksi dan meningkatkan kerja untuk menghadapi tantangan ke depan," pungkasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya