Berita

Politik

Megawati Masih Sosok Paling Pantas Pimpin PDI Perjuangan

MINGGU, 30 APRIL 2017 | 17:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setiap partai politik besar yang tumbuh berkesinambungan selalu memiliki ideologi yang bekerja, kepemimpinan yang berdaya pengaruh kuat, kader atau simpatisan yang militan dan pendanaan yang dipercaya. Hal ini pula yang kini melekat pada PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Sukarnoputri.

"Bahkan sesungguhnya secara kelembagaan PDI Perjuangan nyaris identik dengan Megawati Sukarnoputri. Ini merupakan kelebihan dan sekaligus kelemahan PDI Perjuangan," kata dosen FISIP Universitas Airlangga, Haryadi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 30/4).

Menurut Haryadi, dengan keberadaan Megawati maka setiap konflik internal partai segera selesai dan terkonsolidasi begitu Megawati membuat keputusan. Jadi, ada semacam mekanisme penyelesaian konflik secara damai melalui keputusan final Megawati sebagai ketua umum partai.


"Daya pengaruh dan wibawanya begitu besar dalam menjaga keseimbangan dan kemajuan partai," ungkapnya.

Adapun kelemahannya, sambung Haryadi, mekanisme partai secara kelembagaan menjadi amat bergantung kepada kualifikasi kepemimpinan Megawati. Sejauh ini, dengan segenap kualifikasi dan pengalaman yang dipunyai Megawati Sukarnoputri, tak ada masalah substansial bagi keberadaan dan kemajuan PDI Perjuangan. Bahkan, untuk mencegah kultus individu terhadap dirinya, Megawati membangun sistem pengkaderan kepemimpinan di internal partai.

"Bermunculan lah kader-kader petugas partai yang menduduki posisi penting di jajaran eksekutif maupun legislatif serta dalam kepengurusan partai, di pusat maupun di daerah. Adakah di antara kader-kader muda yang disiapkan dan tersiapkan oleh karakteristik partai itu sudah patut menggantikan Megawati sekarang memimpin PDI Perjuangan? Jawabnya tegas, belum ada," jelas Haryadi.

Secara obyektif, sambungnya, PDI Perjuangan dengan segenap dinamik dan tantangan yang dihadapinya, masih tetap membutuhkan hadirnya kualifikasi kepemimpinan Megawati. Adalah manusiawi jika Megawati sudah merasa letih dan merasa paling lama memimpin partai. Tapi tetap Megawati masih yang terpatut untuk memimpin  PDI Perjuangan sekarang.

"Setidaknya, dalam konstelasi politik Indonesia, masih perlu 1 periode kepemimpinan lagi untuk Megawati mengawal partai dan petugas-petugas partainya yang ada dalam posisi kunci. Sambil mematangkan proses pengkaderan untuk transisi kepemimpinan PDI Perjuangan setelah tuntas 1 periode mendatang," tegas Haryadi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya