Berita

Sandyawan Sumardi/Net

Jaya Suprana

OPINI JAYA SUPRANA

Sandyawan Sumardi Tidak Layak Dihujat!

SELASA, 25 APRIL 2017 | 07:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBENARNYA Kantor Berita Politik RMOL 11 Februari 2017 sudah menyebarluaskan naskah saya berjudul Sandyawan Sumardi Layak Dihujat? Namun naskah tersebut sama sekali tidak digubris oleh para penghujat Sandyawan Sumardi.

Hujatan tetap gencar dihantamkan ke pejuang kemanusiaan dari Jeneponto yang di usia jenja makin sakit-sakitan akibat tak kenal lelah dalam membela rakyat tergusur sehingga lalai merawat kesehatan diri sendiri.

Tampaknya Sandyawan Sumardi yang gigih membela warga Bukit Duri mulai dari lapangan sampai ke meja hijau memang diyakini sebagai "duri dalam darah daging" para penggusur dan para pendukungnya.


Hujatan yang semula "hanya" terdiri dari "Bodoh", "Guobluok", "Serigala Berbulu Domba", "Ketahuan aslinya setelah dibuka kulitnya oleh Ahok", "Bunglon", "Pencari kekuasaan belaka", "Penjual kemiskinan", "Sosialis", "Komunis", "Murtad ", “Pengkhianat Katolik" kemudian diperkaya dengan "Mualaf", "Koruptor", "Penghasut" bahkan "Kriminal".

Bahkan para penghujat tidak puas dengan kreatifitas menggubah hujatan atau merekayasa fitnah maka menggunakan kemampuan teknologi dunia maya untuk menghapus dan melenyapkan data-data prestasi pengabdian nyata Sandyawan Sumardi seperti misalnya anugerah gelar "Star Of Asia" dari majalah Asiaweek dari dunia maya.

Secara sistematis dan masif para pendukung angkara murka penggusuran melakukan pembunuhan karakter terhadap Sandyawan Sumardi hanya gara-gara pejuang kemanusiaan kurus kering sakit-sakitan ini gigih membela rakyat miskin dari angkara murka penggusuran dengan kedok pembangunan kota Jakarta menjadi lebih bersih, tertib, sehat dan terutama bebas banjir yang terbukti tetap membanjiri Jakarta meski warga Bukit Duri sudah nyata digusur secara sempurna melanggar hukum dan HAM pada tanggal 28 September 2016.

Meski pun yang dihujat dan difitnah bukan diri saya namun sebagai insan yang tumbuh-kembang di bumi Jawa sehingga batiniah diresapi sukma kebudayaan Jawa semisal "roso jiniwit katut" maka saya ikut merasakan rasa sakit Sandyawan Sumardi dihujat dan difitnah.

Apabila judul naskah RMOL 11 Februari 2017 masih dilengkapi tanda tanya: "Sandyawan Sumardi Layak Dihujat?" maka judul naskah RMOL 25 April 2017 ini bertanda seru demi tegas menegaskan bahwa Sandyawan Sumardi memang tidak layak dihujat!".

Saya belajar sukma kemanusiaan adil dan beradab dari keteladanan sikap dan perilaku nyata sang bagi saya mahaguru kemanusiaan, Sandyawan Sumardi maka kini ambang kesabaran saya sudah terlampaui.

Silakan, naskah "Sandyawan Sumardi Tidak Layak Dihujat!" ini menjadi bahan tertawaan para penggusur rakyat beserta barisan laskar pendukung kebijakan menggusur rakyat atas nama pembangunan.

Namun apabila masih ada yang menghujat Sandyawan Sumardi, saya siap berkonsultasi dengan Menhukham, Dr. Yasonna Laoly, mantan Ketua MK Prof. Dr Mahfud serta teman-teman sepaham dalam membela kaum tertindas yang tergabung di LBH Jakarta untuk melaporkan para penghujat Sandyawan Sumardi ke Bareskrim atas pelanggaran Undang-Undang yang melindungi setiap warga Indonesia, termasuk Sandyawan Sumardi dari angkara murka pencemaran nama baik.

Sebagai sesama warga Indonesia, saya dan teman-teman sepaham dalam keberpihakan terhadap kaum tertindas merasa wajib membela sesama warga Indonesia, termasuk Sandyawan Sumardi, dari angkara murka hujat dan fitnah yang mencemarkan nama baik sesama warga Indonesia selaras sukma kemanusiaan adil dan beradab dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [***]

Penulis adalah berguru kemanusiaan pada Sandyawan Sumardi

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya