Berita

Ilustrasi/net

Politik

Musim Sembako Salah Satu Penyebab Ahok-Djarot Kalah Telak

SABTU, 22 APRIL 2017 | 11:28 WIB | LAPORAN:

Direktur Polmark Indonesia, Eep Saifulloh Fatah, menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) hampir dipastikan menang telak dalam Pilkada DKI Jakarta.

Konsultan politik Anies-Sandi ini menyatakan, suara untuk Basuki Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) menurun hampir 14 ribu suara jika dibandingkan hasil putaran pertama.

"Enggak bisa jangkau basis elektoral baru," ungkapnya dalam diskusi bertajuk "Setelah Pilkada Usai" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).


Selain itu, menurutnya, Anies-Sandi memperoleh limpahan suara dari para pendukung Agus-Sylvi,​ pasangan yang tak lolos di putaran pertama.

"Mereka (Anies-Sandi​) mendapatkan tambahan 20 persen," tambahnya.

Yang ketiga, menurut Eep, penurunan basis pemilih di kubu Ahok-Djarot diiringi peningkatan basis pemilih Anies-Sandi.

Dia menambahkan, bisa jadi kalangan pendukung Ahok sangat kecewa dengan aksi pembagian bahan pokok (sembako) oleh tim pemenangan Ahok-Djarot di masa tenang jelang pencoblosan 19 April.
 
"Mereka basis pemilih Basuki-Darot yang sangat rasional. Menimbang kinerja, integritas. Jakarta punya tiga musim, musim kemarau, hujan, dan musim sembako. Musim sembako sangat pendek. Saya khawatir musim sembako pindahkan basis elektotal mereka," ucapnya.

Website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dua hari lalu melansir hasil hitung cepat berdasar Form C1 yang telah masuk 100 persen.

Anies-Sandi di peringkat pertama (57,95 persen), dan Basuki-Djarot di urutan kedua (42,05 persen). Data tersebut berasal dari seluruh TPS yang ada di DKI, berjumlah 13.034 TPS.

Saat ini, rekapitulasi suara secara manual sedang dilakukan secara berjenjang dari mulai kecamatan hingga provinsi. Kemungkinan pengumuman resmi akan dilakukan pada 1 Mei mendatang [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya