Berita

Ilustrasi/Net

Politik

HNW: Anies-Sandi Semakin Kuat Untuk Membatalkan Reklamasi

JUMAT, 21 APRIL 2017 | 18:57 WIB | LAPORAN:

Pasca kekalahan petahana, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) kabarnya pemerintah pusat berniat mengambil alih proyek reklamasi teluk Jakarta di Jakarta Utara.

Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengatakan isu pengambilalihan itu sudah dari tahun 2016 lalu. Pada kenyataannya, karena adanya penolakan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, pemerintah pusat pun sudah memberlakukan moratorium.

Hal itu diperkuat dengan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta telah membatalkan izin untuk pengerjaan Pulau K dan Pulau F, dan pulau I.


"Pertama diambil alih pemerintah pusat itu informasi pada 2016. Itu dulu dan sekarang posisinya moratorium, ditambah keputusan PTUN adanya tuntutan untuk menghentikan reklamasi," katanya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum'at (21/4).

Hal itulah yang menurut dia meneguhkan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno untuk menolak proyek tersebut. Anies-Sandi merupakan pasangan pemenang berdasarkan hitung cepat semua lembaga survei terkait Pilkada DKI.

"Bisa dipahami bahwa Anies-Sandi menolak reklamasi dan tak akan melanjutkan rekalamasi dan kemudian dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat, kemakmuran nelayan dan warga Jakarta," jelasnya.

Karenanya, pria yang juga Wakil Ketua MPR RI ini mengingatkan pemerintah pusat tak perlu melanjutkan pengerjaan proyek reklamasi pantai.

"Enggak perlu dilanjutkan reklamasi yang ilegal itu," pungkasnya. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya