Berita

Djarot Saiful Hidayat/net

Politik

Ternyata Djarot Berkampanye Tanpa Pemberitahuan

Tidak Usah Selfie-selfie Di Masjid
SABTU, 15 APRIL 2017 | 11:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Berita pengusiran terhadap Calon Wakil Gubernur (incumbent), Djarot Saiful Hidayat, dari sebuah masjid di Tebet, menjadi polemik di antara dua kubu yang bertarung di Pilkada DKI Jakarta.

Tim Basuki Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) menganggap kejadian pengusiran Djarot itu sebagai fakta yang tidak direkayasa. Sementara Tim Anies Baswedan-Sandiaga Uno menyebut berita pengusiran terhadap Djarot adalah rekayasa sesuai skenario tim Basuki-Djarot demi meraih simpati publik.

Jurubicara tim sukses Anies-Sandi, Agung Setiarso, malah menyatakan kejadian yang terjadi usai salat Jumat (14/4) itu dipicu ulah Djarot sendiri.


"Yang tidak diinginkan pengurus masjid adalah beliau berkampanye dan berdialog di masjid, karena belum ada pemberitahuan. Kemudian ada pengurus masjid menolak. Mari sama-sama kita lihat konteksnya, bukan lantas mengusir dari masjid. Itu berdasarkan fakta lapangan yang kami temui," ujar Agung dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (15/4).

Lain lagi temuan tim Ahok-Djarot seperti disampaikan jurubicaranya, Jerry Sambuaga. Dia menyebut temuan timnya di lapangan ditambah pemberitaan media massa menunjukkan bahwa memang terjadi pengusiran oleh sekelompok orang tanpa alasan jelas.

Padahal, lanjut Jerry, sebelumnya Djarot disambut ramah oleh warga di sekitar masjid dan jamaah yang melaksanakan salat Jumat. Bahkan, banyak di antara warga yang mengajak Djarot berfoto-foto.

"Kita kembalikan pada publik untuk menilai," kata Jerry.

Mendengar itu, Agung merespons. Dia mengaku tidak mau berdebat persoalan tersebut. Namun, menurut dia, ada baiknya Bawaslu melarang kandidat Pilkada Jakarta melakukan aktivitas berbau kampanye di rumah ibadah.

"Misalnya, Bawaslu sepakati saja tidak usah selfie-selfie di masjid," lontarnya. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya