Berita

Kesehatan

Epilepsi Bukan Penyakit Menular Dan Dapat Disembuhkan

RABU, 12 APRIL 2017 | 11:34 WIB | LAPORAN:

Dalam rangka memperingati Hari Epilepsi Dunia (World Purple Day) yang jatuh pada tanggal 26 Maret, Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) menggelar Seminar Awam Memperingati Hari Epilepsi dengan tema “Kupas Tuntas Mitos dan Pengobatan Epilepsi”.

Vice CEO SHLV, dr. Jeffry Oeswadi menyampaikan pentingnya menyampaikan kepada masyarakat bahwa epilepsi bukan penyakit menular dan bukan penyakit kutukan.

"Seminar ini digelar karena melihat banyak mitos beredar di masyarakat yang menganggap epilepsy sebagai penyakit kutukan dan penyakit menular,” papar dr. Jeffry.


Jeffry melanjutkan, sebenarnya epilepsi dapat dikontrol dengan minum obat teratur serta rutin kontrol pengobatan yang baik sesuai kondisi pasien.

"Penyandang epilepsi juga dapat hidup dan bekerja seperti orang kebanyakan," imbuhnya.

Tak dapat dipungkiri, sebagian masyarakat masih belum paham tentang apa itu epilepsi dan bagaimana seharusnya penanganannya. Bahkan pasien dan keluarga masih malu dan menutupi bila ada anggota keluarga dengan epilepsi.

Epilepsi merupakan penyakit neurologis atau terjadi gangguan pada otak. Sayangnya, serangan epilepsi seperti kejang terkadang dianggap bukan suatu penyakit. Kurangnya pengetahuan masyarakat, menyebabkan orang dengan epilepsi terlambat ditangani dan mendapat stigma atau pandangan negatif.

Pada kesempatan yang sama, Dr. dr.  Vivien Puspitasari, ahli spesialis saraf dari SHLV mengatakan, di seluruh dunia terdapat 4 - 10 penduduk penyandang epilepsi per 10.000 penduduk pertahun. Sedangkan di Indonesia dari sekitar 250 juta penduduk, terdapat 1,5 juta jiwa hingga 2,4 juta jiwa penyandang epilepsi yang memerlukan pengobatan.

Proses penanganan pasien tidak cukup hanya menangani pasien saja, akan tetapi yang paling penting yaitu orang terdekat yang tinggal serumah dengan pasien, seperti orang tua, anak, keluarga terdekat.

"Penting karena mereka yang selalu ada bersama penyandang epilepsy setiap hari agar tidak panic setiap kali ada serangan terhadap pasien epilepsi," sebut Vivien.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa serangan epilepsi dapat berbeda-beda pada setiap kasus karena tergantung pada fungsi otak mana yang terganggu, selain berupa kejang-kejang serangan epilepsy dapat pula berupa hilang kesadaraan sesaat seperti ‘bengong’, tiba-tiba menjatuhkan atau melempar benda yang dipegang.
Hal inilah yang harus dan perlu diketahui baik keluarga terdekat maupun khalayak ramai.

"Siloam Hospitals Lippo Village sebagai salah satu rumah sakit swasta terkemuka di provinsi Banten, siap melayani pasien dengan epilepsi," demikian Vivien.[wid]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya