Berita

Trump dan Xi/Reuters

Dunia

Trump Sajikan Big Mac McDonald's Dalam Makan Malam Dengan Presiden China?

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 14:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dalam wawancara dengan Fox News tahun 2015, Donald Trump yang saat itu belum menjadi presiden Amerika Serikat pernah mengatakan bahwa ia akan menghidangkan burger Big Macs produksi McDonald's bila mendapat kesempatan untuk makan malam dengan Presiden China.

"Saya tidak akan melemparkan dia (Presiden China) makan malam. Saya akan membuat hamburger McDonald dan mengatakan kita harus mulai bekerja karena Anda tidak bisa terus mendevaluasi (mata uang China)," kata Trump pada saat itu.

Komentar Trump itu dibuat sebagai bentuk sindiran saat Presiden Amerika Serikat pada saat itu, Barack Obama akan menggelar makan malam kenegaraan dengan Presiden China Xi Jinping.


Malam tadi, Kamis (6/4) waktu setempat, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk menjamu makan malam Presiden Xi dengan sitrinya di Mar-Algo, Florida.

Namun apakah Trump benar-benar menyediakan Big Mac untuk Xi dalam makan malam tersebut?

Ternyata pernyataan Trump tahun 2015 lalu tak lebih dari retorika semata. Pasalnya, dalam daftar menu makan malam Trump dan Xi semalam, tidak ada Bi Mac.

Dalam menu, seperti dimuat Channel News Asia, disebutkan bahwa menu pembuka, atau appetiser yang disajikan adalah Caesar Salad dengan saus buatan focaccia crutons dan Keju Parmesan.

Sedangkan untuk hidangan utama ada dua pilihan yang diberikan. Pilihan pertama adalah Pan-seared dover sole dengan saus sampanye, kentang panggang dengan ramuan haricots dan wortel thumbelina.

Pilihan kedua adalah steak dry aged utama New york dengan kentang whipped serta sayuran akar roasted.

Sementara untuk makanan penutup atau dessert juga ada dua pilihan yang dihidangkan yakni kue cokelat dengan saus vanila dan sorbet cokelat hitam. Pilihan kedua adalah trio sorbet yang terdiri dari lemon, mangga dan rasberry. [mel]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya