Berita

menteri basuki/RMOL

Bisnis

Remajakan Rusun Di Medan, Menteri Basuki: Pertama Kali Di Indonesia Tanpa Dana APBN

RABU, 05 APRIL 2017 | 19:59 WIB | LAPORAN:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) menandai dimulainya peremajaan rumah susun (Rusun) Sukaramai yang dilakukan oleh Perum Perumnas di Medan, Sumatera Utara, Rabu (5/4).

Peremajaan dilakukan terhadap bangunan Rusun yang lama yang berjumlah 14 bangunan berlantai 4, yang nantinya akan dibangun menjadi 4 bangunan setinggi 20 lantai dengan jumlah unit tiap bangunan 516 unit atau total sebanyak 2.064 unit.

Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada Perumnas yang telah melakukan inovasi untuk mewujudkan kualitas hunian vertikal yang lebih baik bagi penghuninya dan meningkatkan kapasitas huniannya. Sebelumnya penghuni Rusun Sukaramai sudah tinggal selama 32 tahun dalam lingkungan Rusun yang kurang memadai.


Melalui peremajaan Rusun ini, Menteri Basuki mengatakan akan menambah jumlah hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sejalan dengan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Pemerintah.

“Peremajaan ini merupakan yang pertama di Indonesia yang dilakukan Perumnas dan dilakukan tanpa dana APBN. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan cara yang tidak biasa karena dilakukan masyarakat secara sukarela. Tidak mudah mengajak masyarakat untuk mau seperti itu. Setelah selesai, saya harap masyarakat bisa merawat Rusun dengan baik, bisa lebih bijak dan ramah dengan kehidupan di lingkungan Rusun karena hidup berkomunitas tidak mudah, perlu toleransi yang tinggi” jelas Menteri Basuki.

Turut menyaksikan groundbreaking yakni Menteri BUMN Rini Soemarno, Jaksa Agung HM. Prasetyo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Walikota Medan Tengku Zulmi Eldin dan Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo.

Sementara turut mendampingi Menteri Basuki, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Paul Ames Holomoan dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Ditempat yang sama, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan dengan adanya peremajaan Rusun Sukaramai ini akan mengurangi kekurangan pasokan perumahan (backlog) khususnya di Kota Medan yang mencapai 192 ribu unit rumah.

Sementera itu Dirut Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan pada tahap pertama, sebanyak 5 bangunan lama akan diremajakan menjadi 2 bangunan baru dengan total unit sebanyak 1.344. Pada saat proses pembangunan tahap pertama dilakukan, kegiatan relokasi kepada penghuni lama dilakukan paralel dengan memberikan kompensasi hunian peralihan sementara yang tidak jauh dari lokasi ini.

“Dengan dilakukannya peremajaan terhadap rumah susun ini, maka bangunan akan mampu menampung lebih banyak orang dan tentunya karena disertai dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang baik, kualitas hidup penghuni akan semakin baik,” kata Bambang.

Rumah susun Sukaramai ini nantinya akan dilengkapi dengan unit komersial sebanyak 425 unit sekaligus fasilitas sosial dan fasilitas umum, antara lain ruang serbaguna, parkir, klinik, sarana ibadah, Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Pendidikan Alquran, Taman dan kolam renang.

“Kami sangat mengapresiasi penghuni lama yang kooperatif atas dilakukannya peremajaan ini. Kami berharap proses peremajaan ini dapat segera dilakukan di rumah susun lainnya dan didukung pula oleh para penghuni lama,” pungkasnya.

Dalam program Perumnas selanjutnya adalah peremajaan Rusun Kemayoran, Kebon Kacang,  Ilir Barat Palembang dan seterusnya. Upaya ini juga dilakukan bekerjasama dengan PT KAI dengan semangat sinergi BUMN yang memulai pembangunan Rusun di atas stasiun kereta api yaitu Tanjung Barat, Pondok Cina dan lain-lain sebagai Transit Oriented Development (TOD). Serta bekerja sama dengan PD Pasar Jaya memulai pembangunan rumah susun diatas pasar diantaranya Pasar Blok G Tanah Abang, Pasar Grogol, Pasar Cempaka Putih.[san]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya