Berita

SMI/net

Bisnis

Cara Berfikir Sri Mulyani Akan Tingkatkan Ketimpangan Ekonomi Luar Biasa

RABU, 05 APRIL 2017 | 19:20 WIB | LAPORAN:

Dalam Seminar Ekonomi Makro di kantor PT Astra Internasional Tbk, Jakarta, Senin (2/4) lalu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (SMI) menyatakan bahwa intervensi negara di bidang ekonomi tak selalu berdampak baik. Dominasi negara yang terlampau besar justru menghambat kemajuan, bahkan merusak. Baginya tak ada negara yang maju karena pemerintahnya dominan.

Masih kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, negara bisa maju kalau perusahaan-perusahaan swasta diberi kebebasan untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Maka, swasta termasuk usaha kecil dan menengah (UMKM), harus didorong untuk mandiri, jangan bergantung pada bantuan pemerintah.

Dalam seminar tersebut, SMI juga mendorong PT Astra Internasional Tbk menambah perusahaan-perusahaan afiliasinya untuk melantai di bursa saham. Langkah tersebut dinilai bisa memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat Indonesia.


Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi Universitas Bung Karno (UBK) Gede Sandra menyatakan bahwa pendapat SMI jelas salah. Pasalnya, seluruh negara-negara maju di Asia Timur yang merupakan tetangga Indonesia, dapat maju karena besarnya peranan negara dalam perekonomian.

"cara berpikir SMI yang hendak meminimalisir peran negara dalam perekonomian khas doktrin Bank Dunia. Suatu doktrin yang bila diterapkan di negara berkembang seperti Indonesia dapat menghasilkan ketimpangan ekonomi yang luar biasa,"kata Gede saat berbincang dengan redaksi, Rabu (5/4).

Bila seperti solusi Menkeu SMI jadi diterapkan imbuh Gede, maka usaha kecil dan menengah (UMKM) didorong berkompetisi secara mandiri tanpa bantuan negara, maka mereka (UMKM) pasti kalah. Karena tanpa dukungan negara, tidak mungkin UMKM dapat bersaing dengan swasta yang besar-besar.

“Solusi SMI untuk UMKM hanya akan hancurkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja ini. Bisa dibayangkan apa jadinya bila UMKM-UMKM kita dipaksa berkompetisi melawan raksasa semacam grup Astra, yang sebagian besar sahamnya dimiliki konglomerat Hongkong, Jardine?,” pungkas Gede.

Lebih lanjut, Gede mengakui tak heran dengan cara berfikir SMI. Pasalnya mantan Kepala Bappenas era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memang tidak pernah memiliki prestasi apapun dalam membantu UMKM. Sementara dukungan SMI pada grup Astra pun bukan tanpa sebab.

Ditambah lagi, kata Gede, SMI adalah mantan komisaris independen Astra pada tahun 2002, sebuah perusahaan otomotif yang puluhan tahun dibesarkan di Indonesia tapi hingga kini tidak mampu memproduksi mobil nasional.[san]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya