Berita

Foto: Istimewa

Bisnis

HMI: Menkeu Harus Batalkan Rencana Penurunan Pajak Impor Minuman Beralkohol!

RABU, 05 APRIL 2017 | 18:09 WIB | LAPORAN:

Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi damai di Gedung Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Gedung Kementerian Keuangan di  Jakarta Pusat, Rabu (5/4).

Massa menyatakan penolakan terhadap usulan Kemendag yang akan menaikkan kuota impor minuman beralkohol.

Menurut Koordinator Aliansi Kader HMI Se-Jakarta, Jefri Azhar, Indonesia adalah mayoritas muslim, maka peredaran minuman beralkohol harus diatur.


"Kami meminta dengan tegas kepada Kemendag dan pihak terkait lainnya untuk membatasi kuota impor minuman keras," ujarnya.

Jefri menegaskan, jika pajak impor minuman beralkohol diturunkan dan kuota impor ditambah, maka minuman beralkohol akan marak di Indonesia.

"Menteri Enggartiasto Lukita seharusnya menekan jumlah minum beralkohol di Indonesia," sambungnya.

Perwakilan HMI diterima oleh Sekjen Kemendag Karyanto suprih. "Sekjen mengatakan tidak akan  menambah kuota impor minuman beralkohol dan  berjanji akan menaikan pajak impor alkohol,"ungkapnya.

Dia menambahkan, meningkatnya angka kriminalitas juga merupakan imbas dari adanya minuman beralkohol. Oleh karena itu dia berharap agar Menteri Keuangan Sri mulyani membatalkan rencana penurunan pajak impor minuman beralkohol.

"Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat kami apresiasi dengan semangat nasionalismenya dalam mewujudkan pembangunan di Indonesia beliau menggenjot keras penerimaan pajak," ujarnya.

"Kami sadar bahwa laju pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan laju peningkatan infrastruktur. Oleh karena itu genjot penarikan pajak untuk pembangunan Indonesia," demikian Jefri. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya