Berita

Politik

Gerindra Minta Menteri Susi Tidak Bom Kapal Lagi

RABU, 05 APRIL 2017 | 09:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemboman kapal yang dikomandoi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah merusak ekosistem laut.

Politisi Gerindra Bambang Haryo Soekartono menjelaskan bahwa pemboman kapal meninggalkan serpihan tubuh kapal dan cat kapal yang mengandung racun. Termasuk, bubuk mesiu yang berhamburan juga telah meracuni ikan-ikan di laut.

"Penenggelaman kapal cukup dengan melubangi lambung kapal, sehingga kapal akan tenggelam dengan sendirinya. Kini, hasil tangkapan para nelayan banyak menurun, karena laut tercemar oleh racun dan sampah serpihan kapal," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (5/4).


"Apalagi, peledakan dilakukan tidak jauh dari bibir pantai. Ini melanggar UU 17/2008 tentang Pelayaran yang menyebutkan, kapal yang tenggelam tidak jauh dari bibir pantai harus diangkat," sambung anggota Komisi VI DPR RI itu.

Lebih lanjut, politisi Gerindra ini meminta kepada Menteri susi untuk tidak perlu lagi mengawasi masalah ilegal fishing. Pasalnya, itu adalah bagian dari tugas TNI AL.

"Sementara keamanan lautnya sudah ditangani Polairud. Sekarang ini tugas KKP adalah bagaimana meningkatkan industri perikanan nasional dan menjaga ekosistem laut agar tangkapan ikan melimpah,” jelasnya.

Kritik Bambang ini disampaikan setelah pada awal April lalu, Menteri Susi beraksi kembali dengan membom 81 kapal pencuri ikan di 12 daerah berbeda. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya