PT Garuda Indonesia akhirnya menunjuk secara resmi Juliandra Nurtjahjo sebagai Direktur Utama Citilink Indonesia yang kosong sejak tiga bulan lalu pasca-ditinggal Albert Burhan. Penunjukan Juliandra dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar Jumat (31/3).
Juliandra sendiri bukan sosok asing di dunia maskaÂpai penerbangan, sebelumnya ia menjabat Direktur Utama Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.
Komisaris Utama PT Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan, sebagai 'Pilot Anyar' Citilink, Juliandra punya seguÂdang pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dikerjakan.
"Jajaran direksi Citilink yang baru ini mendapat tugas khusus untuk memperluas pasar domesÂtik Citilink di tengah kompetisi yang semakin ketat," kata Arif di Jakarta.
Selain itu, lanjut Arif, direksi baru harus fokus melanjutkan pertumbuhan positif yang telah dicapai Citilink dalam beberapa tahun terakhir.
"Posisi Citilink harus bisa diÂlihat sebagai bagian dari strategi keseluruhan Garuda Indonesia Group, dengan fokus menjaga keunggulan persaingan di penerÂbangan berbiaya murah sehingga mempertahankan ketangguhan Garuda Indonesia," kata Arif yang juga Dirut Garuda IndoÂnesia.
Ia menambahkan, ke depan maskapai penerbangan berbiaya rendah tidak lagi bermain di penerbangan jarak pendek, namun akan memasuki penerÂbangan jarak menengah.
"Disini Citilink sudah harus mempersiapkan strategi dalam menghadapi tantangan terseÂbut," tambah Arif.
Selain menunjuk Juliandra, RUPS juga menunjuk Direktur Operasional Arry Kalzaman Sudarmadji dan Direktur KomÂersial Andy Adrian.
Dikatakan Arif, background Juliandra yang berasal dari lingÂkungan dalam Garuda IndoneÂsia Group diharapkan mampu melakukan akselerasi bagi perÂtumbuhan Citilink yang diproyekÂsi sebagai agent
of growth dan
agent of development. Salah satu pertimbangan terÂpilihnya Juliandra adalah keÂmampuannya dalam mengelola dan mempertahankan standar safety serta dunia marketing selama memajukan GMF AeroAsia.
Sebelum diangkat menjadi Dirut GMF AeroAsia, Juliandra menjabat sebagai Direktur Line Operation lebih kurang setahun. Pada awal karirnya, pria asal Jakarta itu juga sempat bekerja di PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) selama 8 tahun.
Sedangkan Arry Kalzaman Soedarmadji, lulusan Flightine Aeronautical College, Admore, Selandia Baru, sebelumnya menÂjabat sebagai Chief Pilot Citilink Indonesia dan dalam masa transisi direksi ia menjabat sebagai Plh Direktur Operasional Citilink menggantikan Hadinoto SoedigÂno. Sedangkan Andy Adrian sebeÂlumnya menjabat sebagai Direksi Komersial Air Asia Indonesia.
Genjot Daya SaingPengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, Juliandra memiÂliki tugas berat untuk menggenÂjot daya saing Citilink dengan meningkatkan
On Time PerforÂmance.
"Dirut baru juga harus menÂingkatkan kualitas pelayanan, efisiensi & perluas jaringan agar bisa mendongkrak citra maskaÂpai penerbangan berbiaya muÂrah," kata Alvin kepada
Rakyat Merdeka.
Selain itu, lanjut Alvin, JuÂliandra juga harus membawa Citilink meningkatkan pendaÂpatan dari sumber non-ticket dan membawa dampak signifiÂkan bagi pengembangan bisnis Garuda Indonesia Grup.
"Tapi tetap harus menguatÂkan budaya perusahaan yang efisien, innovatif & kompetitif," tegasnya.
Seperti diketahui, sebelum diÂisi Juliandra, kursi Dirut Citilink ditempati Albert Burhan. Albert mundur setelah insiden pilot Citilink yang diduga mabuk saat akan menerbangkan pesawat dari Bandara Juanda, Surabaya ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pada 28 Desember 2016. ***