Berita

Ahok/Net

Politik

Wajar Publik Berasumsi Ganggu Ahok Sama Dengan Makar

MINGGU, 02 APRIL 2017 | 20:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pihak kepolisian diminta untuk menjelaskan ke publik alasan terkait penetapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) sekaligus penanggung jawab Aksi 313, Muhammad Al Khaththath sebagi tersangka dugaan pemufakatan makar.

Hal itu sebagaimana diungkapkan anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy, melalui pesan elektroniknya, Minggu (2/4).

"Karena masyarakat selama ini melihat ada something dengan penegakan hukum kita," kata politisi PKS itu.


Menurutnya, wajar jika publik menyimpan sederet pertanyaan itu kepada Polri. Pasalnya, setiap muncul aksi untuk menegakkan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), selalu ada penangkapan dengan pasal makar.

"Bukankah makar itu tindakan penggulingan pemerintahan yang sah dengan cara inkonstitusional. Lantas apa hubungannya dengan aksi penegakan hukum terhadap Ahok," ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Maka itu, ia menilai wajar jika kemudian publik berasumsi, bahwa mengganggu Ahok sama saja dengan makar atau mengganggu penguasa.

"Makanya ini harus dijelaskan dengan baik oleh para penyidik yang menangani perkara ini," pungkasnya.

Al Khaththath ditangkap pada Jumat (31/3) pukul 02.00 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat. Penanggung jawab Aksi 313 itu ditangkap hanya berselang beberapa jam dari digelarnya Aksi 313. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya