Berita

Foto: RMOL

Jaya Suprana

Memohon Belas Kasih Untuk Rakyat

JUMAT, 31 MARET 2017 | 11:46 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MELALUI berbagai diskusi mengenai nasib rakyat tergusur di Kampung Pulo, Kalijodo, Pasar Ikan, Bukit Duri dan lain-lain, saya memperoleh kesadaran atas kenyataan bahwa cukup banyak pihak terutama pihak yang tidak mengalami derita digusur setuju bahkan mendukung kebijakan penggusuran rakyat atas nama pembangunan demi kepentingan yang mereka sebut sebagai “the big picture”.

Bahkan rakyat yang tidak setuju dirinya dipaksa pindah ke rumah susun bukan atas hak milik namun sekadar sewa dituduh sebagai keras kepala, terbelakang, tidak tahu diri bahkan pembangkang terhadap kebijakan pemerintah.  

Malah para warga Bukit Duri yang pada tanggal 28 September 2016 sudah harus menanggung derita akibat gubuk mereka digusur, ternyata masih harus ikhlas untuk dihujat, dicaci maki bahkan difitnah sebagai komunis oleh para buzzer pendukung kebijakan penggusuran rakyat.


Melalui kesempatan berbagai diskusi mengenai nasib petani Kendeng yang sampai tega hati menyemen kaki mereka masing-masing di depan Istana Presiden atas kehendak mereka sendiri sebagai ungkapan protes terhadap pendirian pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng, saya memperoleh kesadaran atas kenyataan bahwa cukup banyak terutama pihak yang memiliki kepentingan atas pendirian pabrik semen demi memenuhi kebutuhan atas semen demi mendukung pembangunan infra struktur yang sedang digelorakan oleh Presiden Jokowi, sangat mendukung kebijakan pemerintah mengijinkan pendirian dan kegiatan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng.

Bahkan para petani Kendeng yang protes pabrik semen dituduh sebagai masyarakat keras kepala, terbelakang, anti modernisasi bahkan pembangkang melawan kebijakan pemerintah. Bahkan Mahkamah Agung yang telah resmi memenangkan gugatan masyarakat Kendeng terhadap pendirian pabrik semen yang merusak lahan pertanian di sekitar pengunungan Kendeng tidak dihiraukan oleh pemerintah daerah Jawa Tengah yang konon malah mengeluarkan izin baru untuk pendirian pabrik semen.

Saya tidak berani melibatkan diri pada materi yang sedang diperdebatkan oleh rakyat dan pemerintah, namun selama rasa iba masih belum dilarang maka saya pribadi memberanikan diri untuk merasa iba terhadap rakyat tergusur di bantaran kali Ciliwung serta para petani di kawasan pegunungan Kendeng yang menyemen kaki di depan Istana Negara.

Berdasar rasa iba dan selama memohon belas kasih belum dilarang secara konstitusional maka melalui naskah yang dimuat atas budi baik RMOL ini, dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk memohon berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kepada pemerintah yang kebetulan sedang memegang kekuasaan yang telah diberikan oleh rakyat kepada mereka yang kini sedang berkuasa untuk berkenan berbelas kasih maka berkenan bersikap mengalah terhadap rakyat yang sama sekali tidak memiliki kekuasaan itu.

Insya Allah, pemerintah berkenan untuk duduk bersama dengan rakyat bantaran kali Ciliwung dan pegunungan Kendeng demi secara gotong-royong dan musyawarah mufakat, bahu-membahu bersama mencari solusi pentalaksanaan pembangungan infra struktur sesuai hukum, hak asasi manusia, hak asasi alam, Pancasila serta agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati negara-negara anggota Persatuan Bangsa Bangsa termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI tanpa mengorbankan alam dan rakyat.[***]


Penulis pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan


Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya