Berita

Foto/Net

Perkebunan Sawit Bisa Bikin Hutan Tak Tersisa

Aktivis Peringati Hari Hutan Sedunia
KAMIS, 23 MARET 2017 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dalam peringatan Hari Hutan Sedunia pada 21 Maret lalu, sejumlah kelompok masyarakat sipil mengeluarkan pernyataan sikap bersama terkait industri kelapa sawit yang berkelanjutan Indonesia. Semakin luas lahan sawit, maka semakin tergerus wilayah hutan. Bisa jadi berakibat pada hilangnya hutan.

Mereka menuntut dibukanya partisipasi aktif dan transparansi dalam proses 'penguatan.' Yaitu pembenahan mendasar terhadap sistem sertifikasi industri kelapa sawit berkelanjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang saat ini sedang diupayakan pemerintah.

Direktur Eksekutif Forest Watch Indonesia (FWI), Soelthon G Nanggara meminta agar transformasi kelapa sawit bekelanjutan Indonesia harus berlandaskan visi bersama, untuk menghentikan laju deforestasi pada tutupan hutan yang tersisa dan degradasi terhadap fungsi lingkungan serta keanekaraga­man hayati di dalamnya.


"Transformasi ini harus mam­pu menghentikan alih fungsi dan meningkatkan perlindungan hutan serta perlindungan total ekosistem lahan gambut," ka­tanya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, Soelthon juga me­minta pemerintah memberikan jaminan hukum atas terjag­anya hak masyarakat terdampak, tidak terbatas pada masyarakat hukum adat, masyarakat lokal, pekebun rakyat dan pekerja, secara nyata dan konsisten.

Dia mengingatkan, pada April 2016, Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk melakukan moratorium sawit yang seharus­nya dapat menghentikan alokasi ekspansi lahan sawit, baik untuk perusahaan maupun dengan da­lih keperluan 'pekebun rakyat'.

"Saat ini, kelompok bisnis dan pendukungnya terus berupaya dengan keras agar prinsip-prin­sip yang akan diterapkan nanti­nya, tidak mempersulit rencana perluasan kebun sawit dan selalu menggunakan dalih 'pekebun rakyat' dan isu-isu nasionalisme yang tidak kuat dasarnya sebagai pelindung ketika terjadi kritik bagi perbaikan industri sawit di Indonesia," terangnya.

Aktivis Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Marcel Andry menyebutkan, sangat disayangkan dalam proses perjalanan penguatan ISPO, juga terjadi pengabaian kesepakatan dan masukan kelompok masyarakat sipil terkait substansi prinsip dan standar ISPO.

"Termasuk penghilangan dua prinsip, yaitu transparansi dan penghargaan terhadap HAM, situasi ini telah mencederai proses multi-pihak yang tengah berlangsung," katanya.

Perbaikan sistem sertifikasi ISPO harus dilakukan menye­luruh melalui proses rancang ulang yang partisipatif, inklusif, transparan dan akuntabel. Sistem sertifikasi ISPO yang baru harus mencakup standard keberlanju­tan yang kuat (robust) dan tata laksana yang menjamin kredi­bilitas dan akuntabilitas.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, secara global hutan menyediakan energi sekitar 10 kali lebih besar dari konsumsi tahunan energi utama dunia. Di Indonesia, dengan lebih dari setengah area di dara­tan yang tertutupi oleh pohon, tersimpan biomasa yang ber­limpah, yang dapat digunakan penduduknya untuk memenuhi kebutuhan energi. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya