Berita

Foto/KBRI Qatar

Politik

Pimpinan DPR: Hubungan RI-Qatar Kokoh Dan Beri Banyak Manfaat

KAMIS, 23 MARET 2017 | 06:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berupaya meningkatkan kerja sama RI-Qatar khususnya di bidang ekonomi, investasi dan tenaga kerja. DPR mengundang Majlis Shura (Parlemen Qatar) berkunjung ke Indonesia guna memperingati 40 tahun hubungan bilateral kedua negara.

Hal ini terungkap ketika delegasi DPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua Parlemen Qatar H.E. Isa Bin Rabeah Al Kuwari, pada 20 Maret 2017.

Delegasi yang didampingi Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dan Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, terdiri dari anggota DPR dari berbagai parpol yaitu Muhammad Syamsul Luthfi (Demokrat), Wahyu Sanjaya (Demokrat), Zulfikar Achmad (Demokrat), Hartanto Edie Wibowo (Demokrat), Siti Hediati Hariyadi (Golkar), Nasril Bahar (PAN) dan Mukhlisin (PPP).


Dalam sambutannya, Agus memaparkan kokohnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar yang dimulai sejak tahun 1976 dan memberi banyak manfaat bagi kedua negara. Disampaikan pula apresiasinya terhadap kerja sama bilateral kedua negara khususnya investasi dan tenaga kerja.

"Terima kasih atas kontribusi yang mulia dalam peningkatkan hubungan dengan Indonesia," kata Agus.   

Menurut Isa Al Kuwari kunjungan DPR ke Qatar menandakan kuatnya hubungan kedua negara. Diutarakannya, keberadaan Parlemen Qatar sebagai lembaga legislatif serta mekasnisme kerja dan wewenang Parlemen Qatar seperti halnya parlemen di Indonesia.

Agus menyambut baik investasi Qatar di sektor telekomunikasi, bank, pertambangan, pertanian, pembangkit listrik, perhotelan di Indonesia. Wakil Ketua DPR yang juga merangkap Wakil Ketua Koordinator bidang Industri dan Pembangunan ini mengapresiasi pembelian saham PT Paiton Energy senilai USD 1,3 miliar pada akhir Desember 2016 lalu oleh BUMN Qatar, Nebras Power. Selain itu, Nebras Power  juga akan membangun pembangkit listrik di Belawan, Sumatera Utara senilai senilai USD 750 juta.

Agus menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif agar dapat menjadi tujuan investasi Qatar. "Saat ini Indonesia memiliki Undang-Undang Jaminan Investasi yang melindungi semua pihak, baik investor asing dan dalam negeri dengan perlakuan yang sama," ungkapnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat, dibahas pula keberadaan lebih dari 32 ribu WNI yang bekerja di Qatar. DPR berterima kasih atas penerimaan yang baik masyarakat Qatar terhadap WNI yang berkerja di Qatar. Disampaikan pula mengenai perlunya perjanjian kerja sama mengenai 'Perdagangan Manusia dan Ketenagakerjaan' antara kedua negara guna melindungi tenaga kerja Indonesia dan meningkatkan kerjasama di bidang ini.

Dubes Basri menyambut baik kunjungan Wakil Ketua DPR karena khususnya menjelang rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun 2017. Mantan anggota DPR ini menyampaikan bahwa KBRI Doha tengah menjajaki rencana investasi Sheikh Fahad bin Hamad bin Khalifa Al-Thani, guna membangun mall di Aceh dan menfasilitasi investor Qatar pada sektor perhotelan dan pertanian guna mengejar visi ketahanan pangan Qatar 2030. Pemerintah RI tengah membahas berbagai proyek investasi senilai USD 1 milyar bersama Qatar Investment Authority. Ditambahkannya, Qatar juga memberi kuota tambahan 24 ribu bagi tenaga kerja trampil Indonesia termasuk diantaranya untuk persiapan Piala Dunia FIFA 2022.

"Kunjungan Wakil Ketua DPR ini sangat efektif guna mendukung upaya diplomasi ekonomi  di Qatar," ujar Dubes Basri dalam rilis KBRI Doha. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya