Berita

Presiden Jokowi dan Presiden SBY/Net

Politik

Mobil yang Diberikan Negara untuknya Juga Sering Rusak, SBY Sedih Dituduh Membawa Barang yang Bukan Miliknya

RABU, 22 MARET 2017 | 00:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menurut UU 7/1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden Dan Wakil Presiden Serta Bekas Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia, mantan presiden dan wakil presiden mendapatkan sebuah kendaraan milik negara beserta pengemudinya.

Atas dasar aturan itu juga, setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono juga mendapatkan sebuah mobil dari negara yang operasionalnya di bawah kendali Paspamres.

Mobil yang diantarkan ke kediaman SBY itu adalah mobil yang selama tujuh tahun terakhir digunakannya.


Demikian dijelaskan SBY dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada tiga orang kepercayaannya, yakni Djoko Suyanto, Sudi Silalahi, dan Dipo Alam. SBY meminta ketiga temannya itu mengklarifikasi pemberitaan mengenai mobil Presiden Jokowi yang merugikan nama baiknya.

Pesan SBY itu dituliskan pukul 22.00 WIB, Selasa (21/3) dan beredar di jejaring sosial media.

"Sebenarnya mobil keras yang disediakan negara tersebut sangat jarang saya gunakan. Terakhir kali saya naiki bulan September 2016  (6 bulan yang lalu) dan waktu itu baru saya gunakan sekitar 20 menit langsung rusak.  Mobil tersebut kini berusia 10 dan mudah sekali mengalami gangguan," tulis SBY.

Dia juga mengatakan, sudah lama ingin menyerahkan kendaraan tersebut ke negara. Niat ini sudah dia sampaikan kepada staf dan unsur Paspampres yang melekat dengan dirinya.

"Namun, rangkaian perbaikannya baru selesai minggu lalu. Tidak mungkin saya kembalikan mobil tersebut dalam keadaan rusak," sambung SBY.

SBY menambahkan, dua hari lalu Komandan Grup D Paspampres sedang mengurus proses pengembalian mobil tersebut.

"Saya sedih, justeru dengan niat baik itu, hari ini pemberitaan media sangat menyudutkan saya, seolah saya bawa mobil yang bukan hak saya," demikian SBY. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya