Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia

SENIN, 20 MARET 2017 | 11:08 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BAHASA gaul kreatif menciptakan aneka ragam istilah lucu-lucu antara lain yang berakhiran “per” seperti “caper” sebagai akronim “cari perhatian”.  

Istilah “caper” kerap ditimpakan kepada mereka yang dianggap sibuk mencari perhatian demi tertuju pada diri sendiri dalam konotasi lebih cenderung negatif ketimbang positif. Meski sebenarnya caper tidak selalu bertujuan negatif seperti caper demi memperbaiki nasib rakyat tertindas .  Lalu masih ada lagi istilah bahasa gaul berakhiran “per” seperti  “baper” yang tidak ada kaitan dengan “perhatian” namun “perasaan” . Baper merupakan ringkasan rangkaian kata “terbawa perasaan”.

Dapat dikatakan bahwa baper lebih netral maka lebih akurat ketimbang istilah “emosi” yang lebih kerap dicenderungkan ke makna ungkapan perasaan bersifat tidak terlalu positif seperti  jengkel, amarah bahkan murka.


Di sisi lain ada kata bahasa gaul “ilfil” yang ternyata merupakan gado-gado bahasa Jawa dengan bahasa Inggeris. “Il” merupakan kependekan kata Jawa “ilang” sinonim kata Indonesia “hilang” sementara “fil” ternyata merupakan kependekan lafal kata “fil” dari kata Inggris “feeling”.

Sebagai seorang warga Indonesia yang bangga atas bahasa Indonesia sebagai bahasa bangsa saya sendiri , saya kurang setuju “ilfil” sebagai kependekan rangkaian kata kombinasi Jawa-Inggris  “ilang feeling” itu. Maka ketimbang “ilfil”, saya pribadi lebih setuju istilah “ilper” yang di samping merupakan tambahan perbendaharaan istilah gaul berakhiran “per” juga terkesan lebih nasionalis ketimbang perpaduan kata Jawa-Inggris “ilfil” dengan tetap memiliki makna yang sama yaitu kehilangan kemampuan memiliki perasaan. “Ilper” juga memiliki jangkauan lebih luas ketimbang “ilfil” yang digunakan terbatas pada urusan asmara belaka.

Saya pribadi juga merasakan bahwa istilah “ilper” sebagai akronim “ilang perasaan” di samping lebih Indonesia sekaligus juga lebih tepat untuk melukiskan kondisi psikososial  reaksi publik terhadap berbagai peristiwa di Tanah Air Angkasa tercinta kita ini.

Hanya mereka yang ”ilper” saja yang tidak merasa prihatin ketika menyaksikan rakyat yang sudah puluhan tahun turun-menurun bermukim di Kalijodo, Pasar Ikan, Kampung Pulo, Bukit Duri, Muara Angke terpaksa harus mengikhlaskan diri mereka digusur atas nama pembangunan.

Hanya mereka yang ilper yang tidak merasa prihatin ketika menyaksikan para pedagang kaki lima terpaksa mengikhlaskan diri setiap saat digusur padahal mereka adalah soko guru ekonomi nasional Indonesia.

Hanya mereka yang ilper yang tidak merasa prihatin ketika menyaksikan rakyat di berbagai pelosok Nusantara terpaksa ikhlas kehilangan lahan untuk bertani atas nama pembangunan infra struktur.

Hanya mereka yang ilper yang tidak merasa prihatin ketika menyaksikan para petani Kendeng mengecor kaki mereka ke semen di depan Istana Merdeka sebagai ungkapan harapan mereka dapat berjumpa dengan presiden yang mereka sangat hormati dan harapkan demi menyelamatkan lahan pertanian mereka dari ancaman kerusakan akibat pendirian pabrik semen.  

Hanya mereka yang ilper yang tidak merasa prihatin ketika menyaksikan keadilan sosial belum hadir untuk seluruh rakyat Indonesia akibat hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas sehingga para penguasa leluasa melakukan pelanggaran hukum secara sempurna.

Mereka yang ilper alias kehilangan perasaan memang pasti tidak merasa prihatin ketika menyaksikan kenyataan bahwa belum semua rakyat Indonesia dapat menikmati  nikmatnya  kenikmatan kemerdekaan walau pun Bung Karno dan Bung Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.[***]

Penulis prihatin keadilan sosial belum hadir untuk seluruh rakyat Indonesia



Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya