Berita

Foto/Setkab

Nusantara

Ribuan Warga Mempawah Menerima Kartu Pemberian Jokowi

MINGGU, 19 MARET 2017 | 05:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada perwakilan warga di Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3).

Sebelum memberikan sambutannya, Presiden menyapa warga dengan Bahasa Dayak dan memperkenalkan para Menteri Kabinet Kerja yang hadir mendampinginya.

"Ini sebelum saya memulai, saya mau memperkenalkan dulu nama menteri-menteri yang ada di sini yang hadir dengan saya," kata Kepala Negara seraya menyebutkan nama para menteri.


"Terus terakhir, Bu Jokowi. Dah kenal semuanya? Nanti kalau saya tanya harus ingat loh," kata Presiden disambut tawa hadir.

Ia mengemukakan, hari ini telah dibagi 98 KIS dari 89.000 yang segera dibagikan di Kabupaten Mempawah. "Dengan KIS ini kita nggak mau sakit, tapi kalau sakit pas diberi cobaan sakit, bisa dipakai ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta dilakukannya perbaikan layanan kesehatan bagi masyarakat dan berpesan kalau pelayanan di rumah sakit tidak baik, segera laporkan ke bupati, gubernur, dan menteri kesehatan.

"Karena memang masyarakat tidak bayar, tapi pemerintah bayar ke rumah sakit. Jadi tetap bayar. Yang bayar pemerintah, gitu lho. Jangan mentang-mentang masyarakat nggak bayar terus nggak dilayani dengan baik, awas!" tegasnya.

Untuk penerima KIP, Presiden mengingatkan agar uangnya hanya dipakai untuk keperluan pendidikan dan sekolah.

"Beli buku boleh, beli sepatu boleh, beli tas boleh, beli seragam sekolah boleh, untuk membayar sesuatu yang berhubungan dengan sekolah boleh," sebut dia seraya menambahkan, kalau nanti ada yang ketahuan menggunakannya untuk membeli pulsa, maka kartunya akan dicabut.

Berkaitan dengan PMT, Presiden menginginkan anak Indonesia mengonsumsi makanan bergizi seimbang. "Saya titip untuk penerima PMT anak sekolah agar tak berlebih makan biskuit supergizi. Nanti malah gemuk sekali," katanya.

Tak lupa, Presiden mengingatkan para ibu hamil juga harus memperhatikan asupan gizi demi kesehatan bayi dalam kandungan. "Jangan lupa makan sayur dan telur supaya anak kita pintar, cerdas, dan pandai. Kita ingin kelak bangsa kita kuat dan bersaing dengan negara lain. Jangan kalah kita," ujarnya.

Sebelumnya Menko PMK Puan Maharani dalam laporannya menyebutkan, penerima KIS di Mempawah sebanyak 98 orang dari total 89.126 orang, KIP diberikan kepada 500 siswa dari total 1.018 siswa, penerima PMT sebanyak 450 orang, dan penerima PKH sebanyak 150 orang dari total 3.441 penerima manfaat.

"Jadi pada kesempatan ini telah berkumpul kurang lebih 1.198 orang yang akan mendapatkan bantuan langsung dari Bapak Presiden," rinci Menko PMK.

Untuk ibu-ibu Penerima Makanan Tambahan, Menko menyampaikan bahwa Kabupaten Mempawah menerima 1 ton makanan tambahan. "Jadi digunakan sebaik-baiknya apa-apa yang didapat dari Bapak Presiden pada kesempatan ini," ujar Puan.

Dilansir dari laman setkab.go,id, turut hadir dalam acara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendy, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, dan Bupati Mempawah Ria Rosan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya