Berita

Masinton Pasaribu/net

Politik

Masinton Pasaribu: KPK Politisasi Kasus E-KTP

SABTU, 18 MARET 2017 | 10:46 WIB | LAPORAN:

Dakwaan Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kasus E-KTP adalah dakwaan yang mengambang dan cenderung ingin mendiskreditkan orang-orang tertentu.

"Seharusnya difokuskan dulu siapa pelaku utamanya. Jangan disebutkan dahulu nama-nama lain. Penyebutan tersebut akan membuat publik berpikir bahwa mereka bersalah. Padahal belum tentu juga mereka bisa diproses hukum." ujar anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, dalam diskusi "Perang Politik E-KTP" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3).

Kader PDI Perjuangan ini mengatakan, penegakan hukum di Indonesia mengenal prinsip praduga tak bersalah. Seharusnya, KPK tidak terburu-buru mengeluarkan deretan nama politikus atau partai politik dalam dakwaan di persidangan. Apalagi, KPK belum punya bukti kokoh bahwa orang-orang yang namanya disebut itu memang bersalah dalam kasus korupsi.


Masinton menyindir beberapa pihak yang selalu membela KPK dalam penanganan korupsi. Mereka menyerukan anti kriminalisasi terhadap KPK. Sayangnya, mereka tidak peduli jika KPK sedang melakukan kriminalisasi terhadap pihak tertentu.

"Jangan sampai KPK mengkriminalisasi dengan opini-opini hukum yang masih membingungkan seperti penyebutan nama-nama besar tersebut." lanjutnya.

Masinton berharap KPK bekerja cermat, objektif, adil dan profesional dalam menangani kasus E-KTP agar kasus ini tidak berlarut-larut. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya