Berita

Refrizal/net

Politik

PKS: Pengusutan E-KTP Oleh KPK Jangan Untuk Balas Dendam Politik

SABTU, 18 MARET 2017 | 09:28 WIB | LAPORAN:

Pengusutan kasus korupsi proyek E-KTP tidak boleh dipakai untuk balas dendam politik.

"Hukum untuk keadilan bukan untuk kepentingan politik," tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi XI DPR RI, Refrizal, dalam diskusi "Perang Politik E-KTP" di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/3).

Dia juga menuntut KPK membuka nama-nama yang mengembalikan duit korupsi E-KTP, seperti yang diminta pakar hukum pidana Yenti Garnasih.


Refrizal juga menyatakan, persoalan E-KTP harus dilihat dari kronologis awal. Apakah penganggaran proyek Rp 5 triliun itu sudah melalui siklus anggaran yang benar.

"Apakah ini melalui prosedur? Siklus anggaran kita adalah dari Januari sampai April anggaran itu diusulkan ke Bappenas. Lalu akan jadi pidato presiden pada 16 Agustus sebagai RAPBN. Nah, kalau E-KTP tidak melalui itu, berarti dari awal sudah cacat ini barang," tegasnya.

Ia melanjutkan, kalau anggaran E-KTP sudah tercantum dalam nota keuangan maka cacat dalam proyek itu adalah cacat bersama pemerintah dan DPR RI.

"Tapi kalau ini (prosedur) lewat semua, maka ini kiamat kecil. saya prihatin kalau itu lewat semua. Belum lagi kasus Century yang rugikan negara Rp 6,7 triliun belum tuntas," ucapnya.

Yang penting, lanjutnya, KPK melakukan penegakan hukum demi kepentingan keadilan bukan kepentingan politik yang hanya akan menimbulkan siklus balas dendam,

"Saya mengimbau, penegakan hukum jangan demi kepentingan politik karena ini akan menimbulkan dendam. Harus diputus rantai dendam itu, hukum untuk keadilan," pintanya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya