Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi: Fokus Kerja Keras, Jangan Ada Lagi Gesekan

JUMAT, 17 MARET 2017 | 22:04 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sebanyak 714 suku bangsa. Hal ini merupakan anugerah yang harus dijaga keutuhannya, mengingat negara manapun di dunia tidak ada yang sampai memiliki suku sekaya Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Sambas, Kalimantan Barat (Jumat, 17/3).

"Suku Dayak saja punya sub suku sampai 152, yang jelas bahasanya beda-beda. Saya pernah ke Sumatera Utara, saya kira ngerti horas semua, tidak tahunya di Nias itu kenalnya Yahuya, ke tengah dikit Majua-Jua. Jadi, jangan ada pilah-pilah lagi, semua suku sama. Kita masih sering pisah-pisahkan yang Batak, Jawa atau Dayak. Kita itu semua sama bangsa Indonesia. Keanekaragaman itu anugerah," jelasnya.


Oleh karena itu, Jokowi pun mengajak semua pihak untuk kembali memahami secara utuh makna Pancasila dan kebhinnekaan. Harapannya, masyarakat memahami betul soal kerukunan antar suku yang beragam, bersatu dan membuat kekuatan besar.

Menurut Jokowi, dua bulan lalu, dirinya telah memerintah menteri keuangan untuk melihat dan menyikapi visi 100 Tahun Indonesia Merdeka yang jatuh pada 2045. Tiga menteri di Kabinet Kerja punya hitungan yang sama bahwa PDB Indonesia pada 2045 menyentuh angka Rp 120 triliun dengan income per capita sebesar USD 29 ribu.

"Itu artinya kalau kita kerja keras, tahun 2045 visi Indonesia Emas akan terwujud. Tapi dengan catatan kita bersatu, jangan udur-uduran, jangan berkelahi. Tidak ada lagi gesekan baik di daerah maupun di pusat, semua fokus sama angka yang tadi. Itu bukan mustahil," bebernya.

Jokowi memastikan bahwa nantinya Indonesia akan berada pada empat besar ekonomi terkuat di dunia, jika angka tersebut berhasil dicapai. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 5 hingga 6 persen maka angka 7 persen pun bisa dengan mudah didapatkan.

"Tapi kita tahun itu sudah tua. Biar semua yang nikmati anak cucu kita ke depan," ujarnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya