Berita

Kiki Syahnakri/net

Politik

Soal Tragedi 1965, PPAD Sampaikan Empat Sikap Resmi Ke Komnas HAM

JUMAT, 17 MARET 2017 | 19:28 WIB | LAPORAN:

Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) menerima kunjungan konsultasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait penyelesaian masalah HAM tahun 1965.

Ketua Umum PPAD, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, menyampaikan empat sikap resmi PPAD kepada Komnas HAM.

"Bahkan, ini bisa juga disebut sikap prajurit TNI AD dan mewakili TNI keseluruhan," kata Kiki di Kantor PPAD, Jakarta, Jumat (17/3).


Pertama, peristiwa 1965 adalah pemberontakan oleh PKI yang merupakan lanjutan pemberontakan Madiun. Maka kemudian PKI dibubarkan lewat  TAP MPR dan dilarang bangkit kembali.

Kedua, pemerintah harus konsisten terhadap pelarangan PKI.

"Termasuk pemakaian atribut-atribut PKI. Di Jerman lambang Nazi saja enggak boleh," kata Kiki.

Ketiga, terdapat upaya-upaya agar PKI bangkit kembali dengan cara memutarbalikkan fakta. Pemerintah seharusnya sigap dan menindak tegas indikasi kebangkitan PKI.

Terakhir, PPAD ingin polemik soal kasus HAM 1965 segera tuntas dan tidak diungkit-ungkit kembali demi kebaikan bangsa dan negara.

Lanjut Kiki, PPAD menolak penyelesaian tragedi 1965 lewat jalan yudisial karena akan membuka luka lama dan bahkan berpotensi menimbulkan pertumpahan darah baru.

"Kalaupun non yudisial, prosesnya panjang. Bisa-bisa buntu," kata Kiki.

Paling ideal bagi PPAD adalah proses rekonsiliasi secara alamiah seperti yang sudah berlangsung selama ini.

"Dulu bekas-bekas PKI ada tanda ET (eks Tapol), sekarang sudah tidak ada lagi. Mereka (keluarga eks PKI) sudah banyak jadi anggota DPR, jadi pejabat. Itu saja tanda bahwa secara alamiah. Sudah terjadi rekonsiliasi, tinggal diakselerasi," ucapnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya