Berita

Net

Politik

Kajian Lingkungan Belum Tuntas, Komisi VII Tolak Semen Rembang

JUMAT, 17 MARET 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN:

Komisi VII DPR RI menolak izin operasional pabrik PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Izin baru yang dikeluarkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo dianggap mencederai aspirasi dan perjuangan masyarakat yang bermukim di kawasan Pegunungan Kendeng.

"Saya dengan tegas menolak izin operasional pabrik Semen Rembang. Saya memandang bahwa suara penolakan oleh warga Kendeng masih sangat cukup kuat. Artinya apa, artinya gubernur tidak boleh asal gunakan kewenangan berikan izin tanpa mengindahkan warga yang menjadi korban," jelas Wakil Ketua Komisi VII Syaikhul Islam Ali di komplek parlemen, Jakarta (Jumat, 17/3).

Komisi kerja yang membidangi isu lingkungan hidup menilai bahwa perjuangan para petani Pegunungan Kendeng tidak boleh dianggap remeh. Pengoperasian pabrik semen dikhawatirkan akan merusak ekosistem dan lingkungan hidup tempat para petani mencari nafkah sehari-hari.


"Petani Kendeng itu bukan asal menolak pendirian pabrik semen di sekitar lokasi tempat mereka tinggal. Ada dasar yang cukup kuat mereka melakukan resistensi. Sumber daya air dan lingkungan hidup pendukung mata pencarian hidup mereka bisa rusak akibat operasi pabrik semen nantinya," ujar Syaikhul.

Untuk itu, dia meminta semua pihak menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang masih dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurut Syaikhul, hasil kajian bisa memberi masukan dan perspektif yang lebih komprehensif dan adil. Jika kajian lingkungan belum tuntas, maka operasional pabrik semen harus dihentikan.

"Saya minta semua pihak tunggu hasil KLHS. Dengan adanya kajian tersebut tentu akan memperkaya cara pandang terhadap persoalan yang terjadi. Kami harap kajian itu bisa memberikan pandangan yang adil bagi warga Kendeng," jelasnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya