Berita

Joko Widodo/net

Politik

Jokowi: Kita Kurang Bersyukur, Harga Minyak Naik Rp 300 Demonya Tiga Bulan

JUMAT, 17 MARET 2017 | 16:14 WIB | LAPORAN:

. Presiden Joko Widodo mengklaim pemerintah sudah susah payah memakai segala jurus untuk bertahan menghadapi pertumbuhan ekonomi dunia yang lamban.

Menurut Jokowi, upaya itu menuai hasil karena pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,02 persen pada tahun 2016.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, perbatasan Malaysia-Indonesia di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (17/3)


"Kita berhasil masuk ekonomi tiga besar dunia setelah China dan India. Tapi sayangnya, kita lupa bersyukur. Kita bisa bertahan baik, tapi kok masih didemo," sindir Jokowi.

Presiden Jokowi menyampaikan kiritik kepada pihak-pihak yang mudah menggelar demonstrasi, saat misalnya harga bahan bakar minyak melonjak. Padahal, menurut dia, kenaikan harga itu masih dalam batas wajar.

"Harga minyak naik sedikit, demo. Naik 300 perak saja demo tiga bulan. Demo itu yang korupsinya gede," sindir Jokowi

Di hadapan warga perbatasan, Jokowi membandingkan orang-orang yang kerap berdemonstrasi itu dengan rakyat di Papua. Kata Jokowi, selama puluhan tahun warga Papua menghadapi harga bahan bakar minyak berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu per liter. Tetapi warga Papua tetap diam.

"Mereka (warga Papua) puluhan tahun harga BBM tinggi diam saja. Tapi dua bulan lalu sudah sama (dengan daerah lain). Saya minta agar harga disamakan semua. Injak sana injak sini akan saya lakukan asal untuk rakyat," demikian Jokowi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya